<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>&#124;Elitha-Eri Weblog&#124; &#187; Kiamat</title>
	<atom:link href="http://www.elitha-eri.net/category/islam/kiamat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.elitha-eri.net</link>
	<description>Blog of Elitha and Eri</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 11:58:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kiamat Sudah Dekat</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2007/11/21/kiamat-sudah-dekat/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2007/11/21/kiamat-sudah-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 07:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elitha-eri.net/2007/11/21/kiamat-sudah-dekat/</guid>
		<description><![CDATA[KIAMAT SUDAH DEKAT Telah dekat kepada manusia hari perhitungan segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi tak menghiraukannya QS. Al Anbiyaa&#8217; : 1 Kiamat sudah dekat! Begitulah kata Allah di dalam Al Qur’an. Itulah hari hancurnya segala kehidupan di muka bumi. Maka, Hari Berbangkit pun bakal terjadi tidak lama lagi. Yaitu ketika manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KIAMAT SUDAH DEKAT</p>
<p><em>Telah dekat kepada manusia<br />
hari perhitungan segala amalan mereka,<br />
sedang mereka berada dalam kelalaian<br />
lagi tak menghiraukannya<br />
QS. Al Anbiyaa&#8217; : 1</em><span id="more-1055"></span></p>
<p>Kiamat sudah dekat! Begitulah kata Allah di dalam Al Qur’an. Itulah hari hancurnya segala kehidupan di muka bumi. Maka, Hari Berbangkit pun bakal terjadi tidak lama lagi. Yaitu ketika manusia dibangkitkan dari kematiannya. Dari dalam kuburnya. Dan, karena itu, Hari Perhitungan pun sudah hampir datang. Saat manusia dihitung segala amal perbuatannya. Antara perbuatan buruk dan amalan baiknya, kemudian dibalasiNya&#8230;</p>
<p>Benarkan semua itu sudah dekat dan bakal terjadi tidak lama lagi? Ya begitulah. Ada dua penjelasan tentang dekatnya hari Kiamat, hari Berbangkit dan hari Perhitungan itu.</p>
<p>Pertama, Hari Kiamat bakal terjadi tidak lama lagi dihitung dari saat-saat terjadinya kematian kita. Kenapa demikian? Karena saat berada di dalam Kubur, kita tidak akan merasakan waktu yang lama. Terasa singkat. Seperti satu hari atau setengah hari. Sebagaimana dikemukakan Allah di dalam FirmanNya.</p>
<p>QS. Al Israa&#8217; (17) : 52<br />
Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.</p>
<p>Di ayat lain lebih tegas, bahwa waktu di alam kubur itu memang terasa demikian singkat. Satu hari atau setengah hari saja. Bahkan, kehidupan di Bumi pun ketika dibandingkan dengan kehidupan akhirat menjadi sangat singkat. Juga, seperti satu hari atau setengah hari. Semua itu, disebabkan adanya relativitas waktu antara Dunia dan Akhirat.</p>
<p>QS. Al Mukminuun (23) : 112-113<br />
Allah bertanya: &#8216;Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Kami tinggal sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.&#8221;</p>
<p>Secara umum Allah mengatakan bahwa masa penantian di alam Barzakh itu memang berlangsung sangat cepat. Bagaikan waktu satu hari, atau lebih cepat tagi. Berarti, jika seseorang meninggal pada hari Minggu, sehari kemudian, yaitu hari Senin dia sudah akan dibangkitkan dari dalam kuburnya.</p>
<p>Anda mungkin masih merasa aneh dengan penjelasan ini. Akan lebih gamblang jika saya contohkan dengan orang tidur. Ya, kematian adalah ibarat orang tidur lelap. Tak merasakan apa-apa. Ketika terbangun, dia tidak tahu sudah berapa lama ia tertidur. Jika anda tanyai: hei berapa lama kamu tidur? dia pasti akan geleng-geleng kepala sambil mengatakan: entahlah, mungkin satu atau dua jam. Padahal ia telah tertidur selama 6-7 jam.</p>
<p>Ya, orang yang terbangun dari tidur lelapnya tidak akan pernah tahu berapa lama ia tertidur. Ia baru akan tahu lama tidurnya, jika ia melihat ke jam tangannya: &#8216;Oh, ternyata saya tertidur selama 6-7 jam. Lama juga, ya&#8230;&#8217;</p>
<p>Begitulah yang digambarkan oleh Allah dalam Al Qur&#8217;an terhadap orang-orang yang dibangkitkan dari dalam kuburnya. Ia merasa seperti bangun dari tidur saja.</p>
<p>QS. Yaa Siin (36) : 52<br />
Mereka berkata: &#8220;Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?&#8221; Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).</p>
<p>Maka kembali kepada hari Kebangkitan, Allah menegaskan bahwa saat-saat itu akan datang dengan cepat. Tak lama lagi. &#8216;Sehari&#8217; sesudah kematian datang menjemput kita. Padahal, datangnya kematian itu pun tidak pernah kita ketahui. Yakinkah anda bahwa anda bakal masih hidup di tahun depan? Atau bulan depan? Minggu depan? Besok pagi? Satu jam lagi? Tidak, bukan?<br />
Nah, inilah misteri kehidupan paling besar dalam kehidupan manusia: &#8216;kematian&#8217;, dan seluruh peristiwa yang bakal terjadi sesudah kematian. Yang jelas saat-saat itu bakal datang kepada setiap orang. Semakin mendekati kita semua&#8230;</p>
<p>Penjelasan yang ke dua tentang sudah dekatnya kiamat itu muncul dari prediksi astronomi. Bahwa Bumi ini bakal mengalami &#8216;kecelakaan&#8217; dan bertabrakan dengan segerombolan benda langit di kabut Oort.</p>
<p>Itulah saat-saat hancurnya planet bumi, dengan kerusakan yang sangat fatal. Bumi bakal dibombardir oleh jutaan bebatuan dari angkasa luar, sehingga muncul angin badai, gempa bumi, gunung meletus dan bencana tsunami di mana-mana.</p>
<p>Kapan itu terjadi? Para pakar Astronomi mulai melihat tanda-tandanya dan menduga-duga waktu terjadinya. Yang jelas, kehancuran kehidupan bumi itu sudah pernah melanda bumi beberapa kali secara periodik, setiap 150-200 juta tahun sekali. Yang terakhir adalah di jaman Dinosaurus, sekitar 200 juta tahun yang lalu. Waktu itu, kehidupan makhluk raksasa itu mengalami kehancuran dan musnah.</p>
<p>Jika itu terjadi secara periodik, berarti peristiwa berikutnya akan terjadi tidak lama lagi? Ya, begitulah. Sekaranglah waktunya, planet bumi bakal didatangi lagi oleh segerombolan batuan dari angkasa luar dalam jumlah besar. Dan kemudian mengalami kehancurannya. Kapan persisnya? Allah mengatakan bahwa Dia masih merahasiakannya&#8230;</p>
<p>QS. Thaahaa (20) : 15<br />
Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan (waktunya) agar tiap-tiap diri dibalas dengan apa yang ia usahakan.</p>
<p>QS. Al Ahzab (33) : 63<br />
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah&#8221;. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.</p>
<p>TANDA-TANDA KIAMAT</p>
<p>Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu<br />
kecuali hari kiamat (yang) datangnya kepada<br />
mereka secara tiba-tiba, karena sesungguhnya<br />
telah datang tanda-tandanya&#8230;<br />
QS. Muhammad (47) : 18</p>
<p>Kalau kiamat sudah dekat, maka adakah tanda-tandanya? Ternyata Allah telah menginformasikannya di dalam Al Qur’an. Bahwa tanda-tanda kiamat itu sudah kelihatan. Akan tetapi, Allah tidak merincinya lebih lanjut. Sehingga kita harus mencari dari sumber lainnya. Yang pertama, info itu muncul dari penjelasan Rasulullah saw. Dan yang ke dua dari pengamatan ilmiah tentang memburuknya kondisi bumi dan kehidupan di dalamnya.</p>
<p>Dalam ayat berikut ini Allah menjelaskan kepada kita bahwa tanda-tanda kiamat itu sudah kelihatan. Namun, kepastian datangnya kiamat ternyata berada di luar kuasa manusia. Bahkan, soal waktu datangnya pun sulit ditentukan.</p>
<p>QS. Muhammad (47) : 18<br />
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?</p>
<p>Kenapa demikian? Karena gerombolan batu yang bakal datang menghancurkan Bumi itu berada di luar jangkauan manusia. Lintasannya belum bisa diamati. Yang diketahui hanyalah, bumi dulu pernah mengalami kejadian serupa beberapa kali. Nah, kini saatnya sudah dekat. Cuma itu informasinya.</p>
<p>Allah sengaja merahasiakannya agar manusia tidak bisa menghindari bencana dahsyat itu. Dia hanya memberikan tanda-tandanya. Di antaranya, Allah sudah menyebut nabi Muhammad sebagai Rasul penutup jaman. Rasul terakhir.<br />
Berarti, tidak ada lagi rasul-rasul sesudah beliau. Atau dengan kata lain, beliau adalah rasul untuk jaman akhir. Jaman yang sudah dekat dengan peristiwa kiamat.</p>
<p>QS. Al Ahzab (33) : 40<br />
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.</p>
<p>Dan dalam sebuah hadits (Bukhari-Muslim), Rasulullah saw membenarkan hal itu, sebagaimana diceritakan oleh Anas r.a.<br />
Anas r.a. berkata, Nabi saw bersabda: aku diutus oleh Allah pada saat yang sangat dekat dengan hari kiamat bagaikan kedua jari (yang bersebelahan).</p>
<p>Maka, dalam berbagai hadits lain, Rasulullah menceritakan tentang tanda-tanda datangnya hari kehancuran itu. Di antaranya, Rasulullah bersabda sebagaimana diceritakan dalam Shahih BukhariMuslim berikut ini.<br />
Anas r.a. berkata, Nabi Bersabda bahwa sungguh di antara tanda-tanda datangnya kiamat itu adalah hilangnya ilmu (agama), dipertahankannya kebodohan (dalam beragama), dan tersebar luasnya minuman keras, serta pelacuran.</p>
<p>Apakah tanda-tanda itu sudah terlihat kini? Oh ya, sangat jelas. Kita melihat betapa manusia semakin meninggalkan petunjuk Al Qur’an. Meskipun kebenaran Al Qur’an itu sendiri semakin terbukti. Tetapi manusia cuek dengan kebenaran itu dan lebih suka mengikuti keinginan hawa nafsunya.</p>
<p>Selain itu, pembelajaran ilmu agama semakin terpinggirkan. Kita lebih suka belajar agama hanya kulit luarnya saja. Hanya tata caranya saja. Jauh dari makna yang terkandung di dalamnya. Bahkan kita lebih suka menjalankan ritual-ritual agama tanpa paham maknanya. Karena itu, ibadah yang kita jalankan ini seringkali tidak memberikan dampak positif.</p>
<p>Itulah yang disebut Al Qur’an, dalam surat Al Maa&#8217;uun: banyak orang shalat tapi tetap celaka (masuk neraka), karena mereka lalai terhadap shalatnya, dan sekadar pamer alias riya&#8217; dalam beribadah.</p>
<p>Tanda-tanda kiamat lainnya menurut hadits di atas adalah, banyak manusia yang lebih suka mempertahankan kebodohan di dalam beragama. Banyak orang beragama tidak lagi menggunakan akal, melainkan sekadar ikut-ikutan. Padahal, jelas-jelas Allah melarang kita untuk ikut-ikutan di dalam beragama. Orang yang beragama tanpa menggunakan akalnya, bakal mengalami masalah. Bahkan bisa tersesat.</p>
<p>QS. Al Israa&#8217; (17) : 36<br />
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.</p>
<p>QS. Yunus (10) : 100<br />
Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.</p>
<p>QS. Adz Dzaariyaat (51) : 11<br />
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai.</p>
<p>Begitulah kalau beragama hanya sekadar ikut-ikutan, dan tidak mempergunakan akal, yang terjadi adalah kerusakan. Atau, setidak-tidaknya tidak bermanfaat. Bahkan, seringkali diakali oleh orang-orang yang punya kepentingan di dalamnya. Sehingga, Allah &#8216;murka&#8217; kepada orang-orang yang tidak menggunakan akal.</p>
<p>Jika cara demikian ini diterus-teruskan, bukan rahmatan lil alamiin yang akan kita peroleh, melainkan kehancuran. Kiamat! Beragama harus dilakukan dengan kepahaman yang baik. Dan dijalankan dengan penuh pengertian akan maksudnya. Tujuannya. Kepentingannya.</p>
<p>Tanda-tanda datangnya kiamat juga terlihat dari semakin banyaknya peredaran khamr dan pelacuran. Khamr adalah sesuatu yang memabukkan seperti minuman keras dan narkoba. Yang menyebabkan hilangnya akal sehat.</p>
<p>Kita semua tahu, hal-hal semacam ini kalau dibiarkan merajalela bakal menghancurkan suatu masyarakat ataupun bangsa. lni adalah perbuatan yang merusak generasi masa depan. Islam sangat melarang perilaku yang seperti ini. Jika, diterus-teruskan pastilah yang akan terjadi adalah kiamat bagi masyarakat itu.</p>
<p>Kita lihat saja, bangsa-bangsa yang melakukan praktek demikian akan mengalami penurunan kualitasnya. Dan sedang menuju kehancurannya.</p>
<p>Kalau kita lihat di sekitar kita, banyak bangsa yang telah terjebak dalam kondisi itu. Apakah mereka juga bakal mengalami kehancuran? Tentu saja. Kapankah itu terjadi? Bergantung kondisinya. Yang jelas Allah mengatakan: Tidak lama lagi, tinggal menghitung hari.</p>
<p>QS. Maryam (19) : 84<br />
maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.</p>
<p>Maka, tanda-tanda terjadinya kiamat itu sebenarnya adalah sesuatu yang logis dalam kehidupan kita. Jika kondisi seperti itu sudah meluas di seluruh permukaan bumi, semua bangsa, maka bumi ini bakal mengalami kehancurannya.</p>
<p>Nah, apakah kita telah melihat tanda-tanda itu dalam kehidupan modern? Ya, telah terjadi dimana-mana. Kejahatan dan &#8216;kebodohan agama&#8217; telah meruyak dimana-mana. Merata di berbagai bangsa.</p>
<p>Maka bergantung kita. Apakah hal ini akan kita teruskan ataukah kita surutkan. Jika kita surutkan, Insya Allah kiamat tidak akan segera terjadi. Allah menunda kehancuran itu sampai kejahatan dan kebodohan terjadi dalam kadar yang sangat fatal.</p>
<p>Di suatu hadits dikatakan, jika masih ada manusia yang beribadah kepadaNya, Allah masih belum akan menghancurkan kehidupan di muka bumi. Atau dalam kalimat yang berbeda dikatakan bahwa sejahat-jahatnya manusia adalah orang yang masih hidup saat datangnya kiamat&#8230;</p>
<p>Tanda-tanda akhir jaman lainnya adalah terjadinya pembunuhan dimana-mana. Nyawa manusia seperti tidak ada harganya. Entah karena rebutan kekuasaan politik, ekonomi, harga diri, atau apa pun, begitu gampangnya manusia membunuh sesamanya&#8230;</p>
<p>Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi saw bersabda: saatnya semakin dekat, amal kebaikan makin berkurang, dan kebakhilan makin merata, fitnah merajalela, serta banyak haraj. Sahabat bertanya: apakah haraj itu? Jawab Nabi saw: pembunuhan, pembunuhan.<br />
[HR. Bukhari-Muslim]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2007/11/21/kiamat-sudah-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guncangan Besar &amp; Armageddon</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2007/11/20/guncangan-besar-armageddon/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2007/11/20/guncangan-besar-armageddon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 09:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elitha-eri.net/2007/11/20/guncangan-besar-armageddon/</guid>
		<description><![CDATA[Guncangan Besar &#038; Armageddon Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani Sohbet EID FITRI, Jum&#8217;at 12 September 2007 1428 dari 1500 tahun dari Masa Planet ini akan Berakhir Audzu bi-llahi mina syaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim, La haula wa la quwatta illa bi-llahi-l Aliyu-l Azhim. Kulli ale yazur wajtu terus bergulir! Itu yang Allah Maha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Guncangan Besar &#038; Armageddon<br />
Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani Sohbet EID FITRI, Jum&#8217;at 12 September 2007<br />
1428 dari 1500 tahun dari Masa Planet ini akan Berakhir<br />
<span id="more-1043"></span></p>
<p>Audzu bi-llahi mina syaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim, La haula wa la quwatta illa bi-llahi-l Aliyu-l Azhim. Kulli ale yazur  wajtu terus bergulir!<br />
Itu yang Allah Maha Kuasa berikan waktu bagi manusia untuk berada dimuka bumi.</p>
<p>Suatu kali Nabi Salallahu alayhi wasalam ketika selesai Salatul Fajr, beliau memalingkan wajah suci beliau ke Ashab ra, Sahabat beliau, beliau saw bertanya, &#8220;Adakah diantara kalian bermimpi baik?&#8221;<br />
Kemudian Sahababt ra berkata: &#8220;Ya Rasulullah, saya bermimpi yang sangat aneh&#8221; &#8220;Ceritakan! Khair, insya Allah!&#8221; kata Baginda Nabi Muhammad salallahu alayhi wasalam. Kemudian Ashab ra melanjutkan,&#8221; saya bermimpi bahwa saya berada dipadang rumuput, dimana saya tidak melihat awal dan akhirnya. Tetapi ditengah padang rumput itu ada sebuah mimbar dan kemudian engkau datang wahai Rasulullah saw, kemudian engkau menaiki mimbar itu, dari tangga pertama, kedua , ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh, dan engkau duduk dianak tangga ketujuh tersebut. Itulah mimpi hamba Ya Rasulullah saw&#8221;.</p>
<p>Kemudian  Nabi Muhammad salallahu alayhi wasalam berkata, &#8220;Itu adalah mimpi yang benar, Rahmani Ini dari Allah yang Maha Kuasa, ini sebuah kabar gembira.&#8221;<br />
Mimpi yang bagus berasal dari Allah, mimpi buruk berasal dari Setan, oleh karena itu tidak setiap mimpi dapat engkau tanyakan artinya. Tidak. Ketika kalian bermimpi yang buruk maka Nabi saw berkata, meludahlah kalian kearah kiri bahu kalian dan mengucapkan Audzu bi-llahi mina syaitani rajim, maka  Allah swt akan melindungimu! </p>
<p>Sedangkan mimpi yang engkau ceritakan ini adalah sebuah mimpi yang baik, mimpi surgawi, mimpi yang benar. Tujuh anak tangga dalam mimbar berarti Allah yang Maha Kuasa memberikan Anak-anak Adam berada dimuka bumi ini selama 7.000 tahun.&#8221; Tidak kurang, tidak lebih. Kita bukanlah filsuf atau penganut naturalisme atau atheis &#8211; kita percaya pada apa yang datang dari Surga kepada seseorang yang Terpilih! Yang Terpilih adalah para Nabi semoga kedamaian atas mereka dan Nabi yang paling dicintai, paling dihormati dalam hadirat Ilahiah adalah Sayyidina Muhammad Salallahu alayhi wasalam.</p>
<p>Apa yang beliau katakan adalah kebenaran: &#8220;Periode bagi Adam as dan keturunannya dimuka bumi ini adalah selama 7.000 tahun. Dan dalam mimpimu itu aku duduk ditangga ketujuh menandai bahwa aku datang diawal dari 7.000 tahun tersebut. Masa 6.000 tahun sudah berlalu, ketika yang tersisa hanya satu, maka aku datang.&#8221;<br />
Itulah apa yang Nabi saw katakan, dan hal itu adalah suatu kebenaran.</p>
<p>Dan beliau juga berkata: &#8220;Ketika 1.000 tahun selesai, dimulai dengan 500 tahun, untuk mencapai Yaumu-l Qiyama, Hari Kiamat, Hari Perhitungan. Datang.&#8221; Kini, baru saja selesai 7.000 tahun dan kita berada di 500 tahun itu. Kini, sudah berlalu 1.000 tahun dan 428 tahun ( 1428 Hijriyah ). Maka waktu ini harus selesai diakhir abad ini jadi kita mendekati Hari Kiamat dan Hari Kiamat dengan cepat menggapai manusia dan kitab-kitab baru saja ditutup.</p>
<p>Kemudian  Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa setelah 7.000 tahun, setengah dari mereka milik Dunya, setengah dari mereka milik Akhirat. Ketika Akhirat mendekat, begitu banyak tanda untuk Hari Kiamat yang sebentar lagi akan muncul. Kini kita berada dimasa itu. Tiap pertanda yang disebutkan dalam Qur&#8217;an Suci dan yang diucapkan oleh Nabi Muhammad saw, kini kita berada dimasa itu dan akan segera berakhir.</p>
<p>Ada beberapa pertanda yang sudah dikatakan kepada mereka dari pertanda besar dan yang kecil, kita berada dimasanya, yang akan berakhir, ketika berakhir, ada 10 buah pertanda tambahan akan datang dan kemudian selesai. Dan ini sudah diinformasikan bahwa saat pertanda-pertanda besar mendekat, maka pertanda yang kecil akan selesai, akan ada Malhamatu-l Qubra, Kehancuran Besar, Armageddon. </p>
<p>Hal ini disebutkan diseluruh Kitab Suci, Kehancuran Besar dan dalam Buku-buku Islam hal itu disebutkan melalui Hadist Nabi yaitu Malhamatu-l Qubra, Perang Terbesar. Perang Terbesar yang akan menewaskan sebagian besar manusia. Tidak pernah terjadi sebuah Perang seperti ini sebelumnya atau tidak pernah juga terjadi setelahnya. Ini adalah Perang Terakhir.</p>
<p>Dan kita perhatikan dan lihat bahwa kondisi-kondisi untuk Kehancuran Besar telah dipersiapkan.<br />
Bangsa-bangsa besar, bahkan semua bangsa, mereka menyiapkan diri mereka untuk Perang Terbesar.<br />
Dimana-mana mereka memberika segala daya upaya untuk membuat senjata-senjata berbahaya, bom-bom nuklir, misil-misil dan senjata-senjata menakutkan! Semuanya disiapkan untuk menghabisi sebagian besar manusia dari muka bumi. Dan untuk alasan apa?</p>
<p>Karena ketika Hari Kiamat mendekat, manusia sekali lagi akan seperti berada di masa sebelumnya yaitu &#8220;masa jahiliyah&#8221;. Manusia meninggalkan segala sesuatu yang mereka peroleh dari Langit; mereka akan melemparkan dan membuang segala sesuatu yang berbau surgawi , berasal dari Allah swt dan mereka ingin melakukan sesuatu. Tapi mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan karena guru mereka adalah Setan. Setan mengajari mereka, sehingga mereka harus dihancurkan satu per satu.</p>
<p>Allah yang Maha Kuasa bersabda: &#8220;Ya Muhammad salallahu alayhi wasalam! Jika para hamba-Ku terus membangkang, Aku akan menghukum mereka! Dan Aku-lah Muqtadir, mampu mengirim hukuman-Ku dari Langit!&#8221; Kemudian Ayata-l Karima, Ayat Suci, datang. Nabi saw berkata: &#8220;Ya Tuhan-ku, jangan beri mereka hukuman dari atas, dari Langit!&#8221;  Jika hukuman ini datang, manusia akan seperti Kaum Ad dalam jaman Nabi Hud as, Allah yang Maha Kuasa mengirim sebuah hukuman dari Langit kepada mereka; datang angin, angin keras yang membuat segala sesuatu seperti pasir, tidak tersisa satu manusia atau satu rumahpun, selesai.</p>
<p>Dan Nabi saw berkata: &#8220;O Tuhan-ku, tolong jangan hukum mereka, jangan berikan mereka hukuman dari Langit!&#8221;<br />
Allah yang Maha Kuasa mengulangi: &#8220;Jika mereka tidak taat kepada-Ku, kepada para nabi-Ku, kepada Perintah-perintah-Ku, Aku akan menghukum mereka –baik dari Langit ataupun dari bawah kaki mereka!&#8221; Dan Nabi saw berkata: &#8220;Dibawah kaki mereka melalui gempa bumi yang sangat mengerikan!&#8221;</p>
<p>Allah yang Maha Kuasa berkata: &#8220;O kekasih-Ku! Aku tidak akan memberikan hukuman dibawah kaki mereka tapi harus ada sebuah hukuman jika mereka terus membangkang! Aku-lah Tuhan Penguasa Langit, Aku akan menghukum mereka dan Aku akan menjadikan bangsa yang satu bermusuhan dengan bangsa yang lain. Seluruh manusia yang hidup dimuka bumi akan saling memusuhi, sehingga seseorang dan tetangganya akan bermusuhan.<br />
Bahkan didalam satu rumah, ke rumah lain, kau akan temukan bahwa wanita akan bermusuhan dengan suami mereka, suami akan bermusuhan dengan istrinya, anak-anak akan bermusuhan dengan orang tuanya, ornag tua bermusuhan dengan anaknya, anak-anak saling<br />
bermusuhan- apa yang kau pikir tentang bangsa lain!</p>
<p>Kini mereka sedang mencapai titik itu bahwa mereka harus dihukum. Ya ..mereka akan dihukum. Dan kini manusia dimuka bumi seperti ummat Nabi Nuh as. Mereka tidak pernah berkata bahwa Allah swt mengutus seorang Nabi melalui Perintah-perintah Suci-Nya. Mereka bergurau dengan Perintah-perintah Suci, mereka tidak pernah peduli. Mereka berkata: &#8220;Kami membuat hukum-hukum kami sendiri, kami membuat sistem demokrasi!&#8221;</p>
<p>Semua bangsa berkata: &#8220;Demokrasi, demokrasi&#8221;, dan kini mereka akan saling bermusuhan. Pemeluk demokrasi datang untuk saling membunuh satu sama lain .<br />
Perhatikanlah! Negara-negara Islam juga; meninggalkan Qur&#8217;an Suci! Pakistan, negara Muslim, ingin membuat Parlemen dan pemilihan umum. Pemilihan umum apa!<br />
Bagaimana bisa terjadi! </p>
<p>Iran, Turki semua mengatakan tentang demokrasi. Tidak ada demokrasi dalam islam dan mereka berada diposisi paling buruk! Dimana-mana terjadi! Hukuman datang dari satu ke lainnya, dari satu bangsa ke bangsa lain, bahwa satu kelompok berada di kelompok kanan, dan yang lainnya dikelompok kiri.</p>
<p>Wahai manusia, kalian harus beriman kepada Tuhan, Allah yang Maha Kuasa. Dan kalian harus berusaha membawa dan mematuhi  Perintah-perintah Suci Allah!<br />
Jangan bawa ajaran setani dan membuat Allah Azza wa Jalla marah kepadamu! Wahai manusia, uruslah dirimu sendiri! Jika tidak, hukuman akan mendekat!&#8230; Dan kemudian Sayyidina Mahdi alayhi salam datang, lalu Islam yang Haqq akan datang! Ya Rabbi, ya Rabbi-jalna.<br />
Jadikan kami untuk bersama Sayyidina Mahdi as, bersama Sultanu-l Islam, tidak bersama para pembangkang.</p>
<p>Khudhhum afda azizin muqtadirin, ya Jabbar, ya Qahhar, ya Allah! Khudhhum afda azizin muqtadirin, ya Jabbar, ya Qahhar, ya Allah! Khudhhum- mereka yang menolak menjaga Perintah-perintah Suci-Mu, Ya Rabbi-l Arsy! &#8211; Afda azizin muqtadirin, ya Jabbar, ya Qahhar, ya Allah!  Taubat, ya Rabbi, Taubat, ya Rabbi, taubat Astaghfirullah !</p>
<p>Segala sesuatu yang mereka lakukan adalah munkar, tidak pernah membahagiakan Allah swt atau Rasulullah salallahu alayhi wasalam.  Katakan: &#8220;Kami tidak bersama mereka, maka kau akan berada dibawah perlindungan Allah. Jika kau bersama mereka, maka akan disingkirkan. ..Semoga Allah mengampuni kita!</p>
<p>Ya Rabb! Kami adalah hamba-hamba yang kemah! Kirimkan kami salah seorang suci-Mu, untuk melatih dan memperlihatkan jalan menuju-Mu dan mengalahkan setan dan kerajaan setani, Ya Tuhan kami! Demi kehormatan hamba-Mu yang paling dikasihi dan paling terpuji Sayyidina Muhammad salallahu alayhi wasalam!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2007/11/20/guncangan-besar-armageddon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amerika akan Masuk Iran dan Armageddon</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2007/11/20/amerika-akan-masuk-iran-dan-armageddon/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2007/11/20/amerika-akan-masuk-iran-dan-armageddon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 09:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elitha-eri.net/2007/11/20/amerika-akan-masuk-iran-dan-armageddon/</guid>
		<description><![CDATA[Amerika akan Masuk Iran dan Armageddon Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil Al-Haqqani Lefke, Siprus 25 Februari 2003, Dari www.mevlanasufi.blogspot.com Pemimpin Rusia itu-mereka menyebutnya &#8216;si Peter gila&#8217;-dia merencanakan untuk menjadikan Rusia sebagai negara No.1 di dunia; menjadi boss bagi seluruh dunia. Dan sekarang mereka terjepit di antara Eropa dan Asia, dan impian mereka adalah turun dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Amerika akan Masuk Iran dan Armageddon<br />
Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil Al-Haqqani Lefke, Siprus 25 Februari 2003, Dari www.mevlanasufi.blogspot.com</p>
<p>Pemimpin Rusia itu-mereka menyebutnya &#8216;si Peter gila&#8217;-dia merencanakan untuk menjadikan Rusia sebagai negara No.1 di dunia; menjadi boss bagi seluruh dunia.<br />
Dan sekarang mereka terjepit di antara Eropa dan Asia, dan impian mereka adalah turun dan menguasai air hangat, samudra, sampai ke sana. Dan Rusia tahu persis bahwa siapa yang dapat memegang kendali atas Timur Tengah, dia dapat mengontrol 3 benua: Eropa, Asia dan Afrika. Itu adalah pusat kekuatan, Zhahir dan Bathin. <span id="more-1042"></span></p>
<p>Mereka bermimpi untuk turun (ke Selatan), dan rintangan terbesar di depan mereka adalah Turki, Kekaisaran Ottoman. Mereka berusaha menguasai kekaisaran yang sangat kuat itu untuk membuka jalan ke Selatan, ke Samudara Hindia dan Timur Tengah. Sekarang Kekaisaran Ottoman sudah tidak ada lagi di sana; sekarang di depan mereka adalah negara Turki yang besar&#8230;</p>
<p>Mereka sekarang membuat rencana, jika tentara Turki memasuki Iraq Utara, mereka berkata, &#8220;Memasuki daerah Iraq adalah tindakan ilegal! Mengapa kalian masuk?&#8221;<br />
dan ada perjanjian antara Baghdad dan Rusia untuk saling membela bila salah satu pihak diserang Dan Rusia sekarang menggunakan kekuatannya, melakukan segala persiapan, sehingga ketika tentara Turki memasuki daerah Iraq, mereka juga akan memasuki Turki dari Utara menuju ke Selatan. </p>
<p>Itu adalah peluang terakhir bagi Rusia untuk memenuhi impian lamanya yang sudah berusia berabad-abad. Jika mereka kehilangan kesempatan ini, Amerika yang akan menjadi boss, bukannya Rusia dan Timur Tengah akan berada di bawah kendali Amerika-kendali penuh-dan impian mereka tidak akan menjadi kenyataan. Oleh sebab itu mereka mempersiapkan dirinya menuju selatan. </p>
<p>Ketika mereka turun, Amerika dengan cepat akan mengakhiri (perang) di Baghdad dan melakukan perjalanan ke Saudi, karena mereka tidak senang dengan pemimpin Saudi. Emir Abdullah terlalu banyak menentang Amerika, dan yang lain juga tidak menyukai Amerika.<br />
Amerika berencana untuk membagi Saudi menjadi 3<br />
bagian: (bagian pertama) tempat-tempat suci, akan diberikan kepada Hashemites (Bani Hasyim) seperti sebelumnya. Ahlus Sunnah wal Jamaa&#8217;at akan datang, lalu Mekkah (?)&#8230; dan Riyadh akan berada di bawah kendali mereka sepenuhnya! Dan sisanya adalah daerah-daerah yang lemah yang tidak penting. </p>
<p>Kemudian Amerika akan menuju Iran dan Syiria, dan menghabisinya. Kemudian Syiria akan mengangkat tangannya menyerah pada Amerika, mereka tidak dapat menghentikan kekuatan itu. Syria, Libanon dan Mesir tidak akan sanggup bertempur melawan Amerika. Gerakan yang paling penting dan &#8216;hareket&#8217; yang paling berbahaya di daerah ini adalah gerakan Rusia. Mereka mempersiapkan dirinya, meminta dukungan dari Asia dan Eropa. Dan bangsa Eropa yang berhaluan kiri akan mendukung mereka: Chirac dan konselir Jerman, karena dia juga seorang yang berhaluan kiri dan orang yang tidak punya pikiran, dan hari-hari mereka dihitung&#8230;<br />
Oleh sebab itu, Chirac mungkin berbahaya bagi Inggris; dia mungkin akan menyerang armada Amerika di Laut Tengah. Oleh sebab itu pergi dari sini ke sana&#8230;<br />
Tetapi X mengatakan kepada saya bahwa tentara Rusia telah menuju ke perbatasan Turki Utara. 8oo.ooo tentara menunggu di sebuah distrik kecil, Karabag.<br />
Mereka menunggu dan membangun pasukan besar di sana. </p>
<p>Ketika Turki memasuki Iraq, Turki bagian Timur akan kosong. Dan angkatan bersenjata Turki akan membawa tentaranya dari Thracia di perbatasan Turki bagian Eropa menuju ke selatan. Dan Rusia akan membawa tentaranya ke menuju selatan melalui Moldavia, Rumania dan Bulgaria dan dengan mudah mereka akan masuk ke Istanbul. Pada saat itu Istanbul akan kosong, seluruh angkatan bersenjata akan berkumpul di Selatan, di tempat yang bernama Amuk, bagian Utara dari Aleppo. </p>
<p>Menurut Hadits Rasulullah saw, itu adalah tempat di mana pertempuran terbesar akan terjadi. Di bawah kota Incirlik, di mana Amerika mempunyai pangkalan udara mereka, terdapat dataran yang luas untuk berlangsung nya perang yang terbesar. Dan Rasulullah saw bersabda bahwa &#8216;Bani Asfar&#8217;, kaum merah (masyarakat Rusia) akan datang ke tempat itu yaitu ke(Amuk). 8o divisi berada di bawah bendera masing-masing dan semuanya terdapat 12.ooo tentara. Menurut X, 8oo.ooo tentara telah bersiap siaga di perbatasan Turki. </p>
<p>Mereka akan turun ke selatan. Ketika Amerika datang seperti ini, mereka akan datang seperti itu dan terjebak. Oleh sebab itu, Amerika akan menyelesaikan perang Iraq dengan cepat dan akan pergi memerangi Rusia di tempat itu. Oleh sebab itu pesawat pengangkut sekarang menuju ke Iskenderun dan mendaratkan tentaranya. Angkatan bersenjata datang ke daerah itu, Allah mengetahui berapa banyak jumlahnya.</p>
<p>Grandsyaikh Abdullah Faiz Daghestani mengatakan kepada saya bahwa suatu kekuatan juga akan datang dari Damaskus untuk memerangi Rusia di Amuk, dan kekuatan ini akan terdiri atas 3 bagian: satu bagian akan melarikan diri, karena mereka tidak sanggup untuk bertempur. Bagian kedua akan bertempur dan menjadi syuhada. Dan bagian ketiga akan terus bertempur memerangi Rusia. Pertolongan Allah akan mendukung mereka dan mereka akan memangkas angkatan bersenjata raksasa itu seperti sedang memanen, dan Turki akan menjadi negara yang terbuka. </p>
<p>Rusia akan mengalami kekalahan dan diusir dari tempat itu. Kemudian Jerman akan bergerak menentang Rusia dari Eropa; Jepang dan Cina dari Asia&#8230; Sebuah Hadits mengatakan, Merhamet Kubra (Armageddon-red) dan penaklukan Konstantinopel yang kedua akan berlangsung selama 6 bulan. Lalu di bulan ke-7 muncul Dajjal.<br />
Dajjal akan mengumpulkan tentaranya dari bangsa Yahudi, wanita-wanita tuna susila (dan lainnya?). </p>
<p>Kemudian Imam Mahdi as dan Isa as akan datang dan menghabisi Dajjal dan semua orang kafir&#8230; 4o hari untuk Dajjal. Dia akan muncul di Khorasan, karena sekarang dia dipenjara di sebuah pulau di Samudra Hindia. Ketika waktunya berakhir dia akan datang ke India, ke Iran dan lalu bergerak ke Khorasan dan lebih jauh lagi akan pergi ke seluruh dunia. </p>
<p>Dan perjalanannya akan berakhir di pintu gerbang Damaskus. Kemudian Isa as akan datang dan membunuhnya, tak ada lagi yang lain. Semoga Allah melindungi kita dari Dajjal dan tentaranya dan para pengikutnya&#8230; di mana pun ada pusat setan, orang-orang jahat, akan ada hujan api di sana&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2007/11/20/amerika-akan-masuk-iran-dan-armageddon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedatangan Imam Mahdi as</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2007/11/15/kedatangan-imam-mahdi-as/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2007/11/15/kedatangan-imam-mahdi-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 04:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enj/index.php/2007/11/15/kedatangan-imam-mahdi-as/</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman sekarang, banyak orang yang tidak percaya dengan kedatangan Sayyidina al-Mahdî al-Muntazhar (Juru Selamat yang Dinanti) di akhir zaman. Bagaimanapun, Nabi saw telah memprediksi kemunculan Sayyidina al-Mahdî, alayhi salam, dan menekankan kepastian kedatangannya kepada para sahabat. Karena ketidaktahuan mereka, sementara orang menegaskan bahwa al-Mahdî adalah konsep kaum Syiah, dan bukan bagian dari konsep keyakinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada zaman sekarang, banyak orang yang tidak percaya<br />
dengan kedatangan Sayyidina al-Mahdî al-Muntazhar<br />
(Juru Selamat yang Dinanti) di akhir zaman.<span id="more-997"></span><br />
Bagaimanapun, Nabi saw telah memprediksi kemunculan<br />
Sayyidina al-Mahdî, alayhi salam,  dan menekankan<br />
kepastian kedatangannya kepada para sahabat. Karena<br />
ketidaktahuan mereka, sementara orang menegaskan bahwa<br />
al-Mahdî adalah konsep kaum Syiah, dan bukan bagian<br />
dari konsep keyakinan tradisional Suni ( Ahlus Sunnah<br />
wal Jamaah )</p>
<p>Padahal, kedatangan al-Mahdî merupakan doktrin mapan<br />
dalam tradisi Sunni dan Syiah, juga sebetulnya semua<br />
manusia. Menurut teks-teks keagamaan yang ada, ia<br />
adalah pemimpin masa depan bagi orang-orang beriman<br />
dan orang-orang baik di seluruh bangsa di dunia.<br />
Kedatangan al-Mahdî ditegaskan oleh banyak hadis<br />
sahih. Jadi, kaum muslim tak perlu ragu apakah<br />
al-Mahdî akan turun atau tidak, tetapi hendaklah<br />
menanti dan bersiap-siap menyongsong kedatangannya.</p>
<p>Karena tidak memiliki pendidikan agama yang memadai,<br />
banyak orang Islam dewasa ini yang tidak tahu banyak<br />
atau tidak tahu sama sekali tentang Imam al-Mahdî as.<br />
Ia orang yang memiliki kekuatan sangat besar, yang<br />
muncul menjelang Hari Kiamat. Nabi Muhammad salallahu<br />
alayhi wasalam berkata tentang Sayidina Mahdî alayhi<br />
salam,&#8221; Kalau umur dunia ini hanya tinggal satu hari,<br />
Allah akan memperpanjangnya hingga orang itu datang.<br />
Ia berasal dari keluargaku, namanya seperti namaku<br />
(Muhammad), dan nama ayahnya juga seperti nama ayahku<br />
(‘Abd Allâh). Ia akan memenuhi dunia dengan kesetaraan<br />
dan keadilan, yang sebelumnya dipenuhi dengan<br />
ketidakadilan dan penindasan.”</p>
<p>Hadis sangat sahih sehingga Ibn Taymiyyah dan<br />
al-Albânî sekalipun menerimanya. Nabi saw. bersabda<br />
bahwa seandainya umur dunia tinggal sehari, Allah akan<br />
memperpanjang nya untuk menunggu kedatangan Sayyidina<br />
al-Mahdî. Imam Mahdî as datang untuk membasmi<br />
kejahatan dan menebar kedamaian di seluruh dunia.<br />
Orang-orang Islam dan Kristen akan mengetahui hal itu<br />
dan bersiap-siap menyambut kembalinya Nabi Îsâ alayhi<br />
salam ( Jesus Christ as), tetapi banyak orang Islam<br />
yang tidak menyangka bahwa kedatangannya sudah dekat.<br />
Orang-orang Yahudi sedang menantikan Juru Selamat,<br />
orang-orang Kristen sedang menantikan Nabi ‘Îsâ as (<br />
Jesus Christ ), sementara orang-orang Islam sedang<br />
menantikan Imam Mahdî as dan Nabi ‘Îsâ as.</p>
<p>Semua agama menggambarkan mereka sebagai manusia<br />
penyelamat dunia. Allah berfirman: Dan katakanlah,<br />
“Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.”<br />
Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti<br />
lenyap. (Q 17:81). Mereka tidak akan menggunakan<br />
senapan atau senjata, tetapi akan melancarkan gerakan<br />
spiritual dan semua orang beriman akan mengikuti<br />
mereka. Pada masa itu, orang-orang kafir akan<br />
bersekutu dengan Dajal (Anti Christ) dan membentuk<br />
pasukan setan. Sayyidina Al-Mahdî adalah seorang<br />
khalifah bagi semua orang Islam.</p>
<p>Dewasa ini, banyak orang yang menyerukan pembentukan<br />
kekhalifahan; Nabi Muhammad salallahu alayhi wasalam.<br />
juga memperingatkan bahwa sebelum kedatangan al-Mahdî,<br />
akan muncul 40 Nabi/ Khalifah palsu. Secara teoretis,<br />
setiap orang yang menyerukan kekhalifahan memang<br />
benar. Tetapi, kebanyakan tidak memahami makna<br />
sebenarnya dari “kekhalifahan” dan memandangnya<br />
sebagai gerakan politik atau “modernisasi” Islam.</p>
<p>Kekhalifahan tidak lain adalah bagi Sayyidina Imam<br />
al-Mahdî as, yang merupakan salah satu keturunan Nabi<br />
Muhammad salallahu alayhi wasalam dan mendapat<br />
dukungan Allah swt. Ummu Salamah ra meriwayatkan bahwa<br />
Nabi saw. bersabda: Al-Mahdî berasal dari keluargaku,<br />
dari keturunan Fâthimah. ‘Alî ibn Abî Thâlib<br />
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Al-Mahdî<br />
berasal dari ahlul bait. Allah akan mempersiapkannya<br />
dalam satu malam. Ia akan datang dengan tiba-tiba pada<br />
akhir zaman.</p>
<p>‘Abd Allâh ibn Mas‘ûd ra diriwayatkan pernah berkata,<br />
“Suatu hari kami sedang bersama Rasulullah salallahu<br />
alayhi wasalam, ketika beberapa pemuda dari Bani<br />
Hasyim menghampiri beliau. Ketika beliau melihat<br />
mereka, matanya basah dengan air mata, dan warna<br />
matanya berubah. Aku katakan, ‘Kami terus menyaksikan<br />
di wajahmu sesuatu yang tidak engkau sukai.’ Beliau<br />
berkata, ‘Sesungguhnya kami adalah ahlul bait, dan<br />
Allah telah memilihkan bagi kami kehidupan akhirat.<br />
Keluargaku akan tertimpa musibah besar, pengusiran dan<br />
penyerangan, setelah kepergianku (wafatnya Nabi<br />
Muhammad salallahu alayhi wasalam ). Hingga datang<br />
sekelompok orang dari arah timur dengan membawa<br />
bendera hitam. Mereka menuntut keadilan, tetapi tidak<br />
ada yang menanggapinya. Kemudian mereka berperang dan<br />
mereka akan menang.</p>
<p>Lalu tuntutan mereka dipenuhi. Tetapi, mereka tidak<br />
mau menerimanya hingga hak itu diserahkan kepada<br />
seorang laki-laki dari kalangan keluargaku yang akan<br />
memenuhi dunia dengan keadilan, yang sebelumnya penuh<br />
dengan kebatilan. Barang siapa hidup dalam situasi<br />
seperti itu, maka hendaklah ia menemuinya meskipun<br />
harus merangkak di dataran yang berselimut salju,<br />
karena dialah al-Mahdî.”</p>
<p>Dalam hadis yang luar biasa ini, Nabi saw.<br />
memprediksikan apa yang akan menimpa keluarga dan<br />
keturunannya. Beliau dengan akurat meramalkan bahwa<br />
ahlulbait akan menghadapi cobaan yang sangat hebat:<br />
mereka akan dibantai, menghadapi kesulitan besar, dan<br />
dikucilkan. Beliau memprediksi bahwa keluarganya akan<br />
menjadi pelarian, bersembunyi karena orang-orang<br />
hendak membunuh mereka. “Hingga dari arah timur,” dan<br />
Nabi saw. menunjuk arah timur, “datang sekelompok<br />
orang dengan membawa bendera hitam. Mereka akan<br />
menuntut tindakan baik dan keadilan. Mereka tidak akan<br />
ditanggapi.</p>
<p>Kemudian mereka berperang dan menang. Akhirnya<br />
tuntutan mereka dipenuhi, namun saat itu mereka tidak<br />
mau menerimanya.” Hadis lainnya mengisyaratkan bahwa<br />
bendera hitam yang datang dari arah Khurasan menandai<br />
kemunculan al-Mahdî. Khurasan saat ini berada di<br />
wilayah Iran, dan beberapa ulama mengatakan bahwa<br />
hadis ini mengandung arti bahwa ketika bendera hitam<br />
itu muncul dari Asia Tengah, yaitu arah Khurasan,<br />
al-Mahdî akan tak lama lagi muncul. Tsawbân<br />
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Jika kalian<br />
bertemu dengannya, pergilah dan bergabunglah<br />
dengannya, meskipun jika kalian harus merangkak di<br />
atas salju, karena ia khalifah Allah, al-Mahdî alayhi<br />
salam.</p>
<p>Hadis ini menunjukkan bahwa pengetahuan Nabi Muhammad<br />
salallahu alayhi wasalam menjangkau hingga negeri<br />
bercuaca dingin, negeri yang bersalju, yang tak<br />
dikenal oleh orang-orang Arab pada waktu itu. Hadis<br />
itu juga menunjukkan bahwa pesan Islam akan<br />
mencapai daerah-daerah yang sangat jauh. Umm Salamah<br />
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Percekcokan<br />
akan terjadi setelah wafatnya seorang khalifah.<br />
Seorang laki-laki dari Madinah akan datang ke Mekah.<br />
Beberapa orang Mekah akan mendatanginya dan membawanya<br />
keluar dari kota Mekah secara paksa, kemudian mereka<br />
mengemukakan sumpah setia di antara sudut Ka‘bah dan<br />
Maqam Ibrahim. Sejumlah tentara kemudian dikirim dari<br />
Syam untuk menghadapi mereka, tetapi tentara tersebut<br />
akan disapu habis di gurun pasir antara Mekah dan<br />
Madinah.</p>
<p>Ketika orang-orang menyaksikan hal itu, abdâl dari<br />
Syam dan orang-orang terbaik di Irak akan<br />
mendatanginya dan menyatakan janji setia kepadanya di<br />
antara sudut Ka‘bah dan Maqam Ibrahim. Kemudian datang<br />
seorang laki-laki Quraysy yang pamannya berasal dari<br />
suku Kalb. Ia mengirimkan pasukan untuk menghadapi<br />
mereka. Mereka (al-Mahdî dan orang-orang beriman) akan<br />
menghancurkan pasukan itu dan mengalahkannya, dan ia<br />
akan membagikan pampasan perang di antara mereka. Ia<br />
akan menegakkan dan melaksanakan sunah Nabi di antara<br />
mereka. Islam akan tersebar ke seluruh dunia. Ia akan<br />
hidup selama tujuh tahun bersama mereka. Kemudian ia<br />
meninggal dan orang-orang Islam akan menyalatinya.”</p>
<p>Abû Sa‘îd al-Khudrî meriwayatkan bahwa Nabi saw.<br />
bersabda: Pada akhir zaman akan muncul al-Mahdî. Allah<br />
akan memberinya kekuatan atas langit dan hujan, dan<br />
bumi akan mengeluarkan tumbuhannya. Ia akan<br />
menyebarkan kekayaan sebanyak-banyaknya, binatang<br />
ternak akan berkembang biak dengan pesat, dan umat<br />
Islam akan bertambah banyak dan mulia. Ia akan hidup<br />
selama tujuh atau delapan tahun …”</p>
<p>Pada saat itu, Allah akan membuka pintu langit,<br />
mengubah gurun pasir menjadi laksana surga bagi<br />
al-Mahdî dengan cara memperbanyak curah hujan. Dalam<br />
hadis lain, Abû Hurayrah ra meriwayatkan bahwa Nabi<br />
salallahu alayhi wasalam bersabda: Kiamat tidak akan<br />
tiba hingga kekayaan sangat berlimpah di tengah-tengah<br />
kalian, dan terus mengalir hingga seseorang yang<br />
hendak mengeluarkan zakatnya kepada orang yang<br />
membutuhkan tidak akan menemukan orang yang mau<br />
menerimanya; dan hingga daratan Arab dipenuhi dengan<br />
luapan sungai untuk kedua kalinya. Dengan kedatangan<br />
Sayyidina  al-Mahdî, Allah akan memberikan curahan<br />
rahmat-Nya, baik berupa curah hujan yang tinggi atau<br />
siraman rohani yang berlimpah.</p>
<p>Lalu, bumi akan mengeluarkan kemampuan maksimalnya<br />
dalam menghasilkan tetumbuhan. Beberapa hadis<br />
menjelaskan bahwa bumi akan menghasilkan semangka yang<br />
sangat kokoh sehingga ia tak lagi berbuah di atas<br />
tanah, tetapi menggantung di batang pohon. Imam<br />
Al-Mahdî akan menyebarkan uang dalam jumlah yang<br />
besar, dan hewan ternak akan berkembang biak dengan<br />
pesat.</p>
<p>Saat-saat itu akan menjadi zaman keemasan, zaman<br />
terbaik umat Islam. Ia akan hidup selama tujuh atau<br />
delapan tahun, dan ketika ia meninggal dunia, Nabi<br />
‘Îsâ alayhi salam akan menjadi imam untuk menyalati<br />
jenazahnya. Ibn Katsîr berkata, “Saya pikir kemunculan<br />
al-Mahdî akan terjadi sebelum ‘Îsâ ibn Maryam turun ke<br />
bumi seperti yang ditunjukkan dalam hadis berikut.”<br />
Nabi saw. berkata: Apa yang hendak kalian lakukan jika<br />
‘Îsâ ibn Maryam datang dan al-Mahdî berada di<br />
tengah-tengah kalian (sedang memimpin salat)?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2007/11/15/kedatangan-imam-mahdi-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebagian Tanda-tanda Menjelang Kiamat</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2007/09/18/sebagian-tanda-tanda-menjelang-kiamat/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2007/09/18/sebagian-tanda-tanda-menjelang-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 01:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enj/index.php/2007/09/18/sebagian-tanda-tanda-menjelang-kiamat/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian tanda-tanda menjelang kiamat, sudahkah nampak hari ini? 1. PERLOMBAAN PEMBANGUNAN GEDUNG-GEDUNG DAN BANYAK TERJADI GEMPA BUMI Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, dari Rasululullah SAW, &#8220;Kiamat tidak akan terjadi sebelum manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada dua golongan besar berperang hebat, padahal keyakinan keduanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian tanda-tanda menjelang kiamat, sudahkah nampak hari ini?</p>
<p>1. PERLOMBAAN PEMBANGUNAN GEDUNG-GEDUNG DAN BANYAK TERJADI GEMPA BUMI<span id="more-864"></span></p>
<p>Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, dari Rasululullah SAW, &#8220;Kiamat tidak akan terjadi sebelum manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada dua golongan besar berperang hebat, padahal keyakinan keduanya sama. Kiamat tidak akan terjadi sebelum dicabutnya ilmu, banyak gempa (bumi), waktu (terasa) salin berdekatan, banyak huru-hara, dan banyak pembunuhan. Kiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya dajjal-dajjal pendusta hampir tiga puluh orang banyaknya, masing-masing mengaku dirinya utusan Allah. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada seorang laki-laki melewati kuburan orang lain lalu berkata, &#8220;Alangkah baiknya andaikan aku menempati tempatmu.&#8221; Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila ia telah terbit dan diketahui orang banyak, maka mereka pun beriman semuanya. Tapi waktu itu iman seseorang tidak berguna lagi bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman, atau (belum) berbuat baik dalam masa imannya. Kiamat tidak akan terjadi sebelum harta  melimpah ruah di tengah kamu, sampai pemilik harta kebingungan, karena tidak ada orang yang mau menerima (sedekah) nya.&#8221;</p>
<p>2. MENIPISNYA ILMU DAN MERAJALELANYA KEBODOHAN</p>
<p>Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Anas RA, dari Rasululullah SAW, &#8220;Sesungguhnya di antara syarat-syarat terjadinya kiamat ialah jika ilmu telah dicabut, kebodohan merajalela, perzinaan tersebar luas, khamer diminum, kaum lelaki berkurang, tinggal kaum wanita saja, sehingga lima puluh wanita menjadi tanggungan seorang lelaki.&#8221;</p>
<p>3. MUNCULNYA RUWAIBIDHAH (ORANG BODOH YANG DIPERCAYA)</p>
<p>Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Rasululullah SAW, &#8220;Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di masa itu para pendusta dibenarkan omongannya sedangkan orang-orang jujur didustakan, di masa itu para pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang terpercaya justru tidak dipercaya, dan pada masa itu muncul Ruwaibidlah, ditanyakan kepada beliau Saw apa itu Ruwaibidlah? Rasul menjawab: Seorang yang bodoh yang dipercaya berbicara tentang masalah rakyat/publik.&#8221;</p>
<p>4. KEBODOHAN MANUSIA TENTANG SYARIAT AGAMA</p>
<p>Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Amr RA, dari Rasululullah SAW, &#8220;Kiamat tidak akan terjadi sebelum Allah mencabut syariatNya dari penduduk bumi, maka tinggallah orang-orang bodoh yang ada disana. Mereka tidak mengenal perkara makruf dan tidak mengingkari perkara mungkar.&#8221;</p>
<p>5. LENYAPNYA TAUHIID</p>
<p>Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas RA, dari Rasululullah SAW, &#8220;Kiamat tidak akan terjadi sehingga di muka bumi tidak terdengar lagi ucapan, &#8220;La Ilaha Illalah&#8221; (Tiada Tuhan Selain Allah).&#8221;</p>
<p>6. MENURUT AL QURAN</p>
<p>Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.<br />
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.<br />
QS Al Hajj 5 &#8211; 7<br />
Dan demikian Kami mempertemukan dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya.<br />
QS Al Kahfi : 21</p>
<p>7. ISLAM KEMBALI MENJADI ASING SEPERTI KETIKA BARU MUNCUL</p>
<p>Dalam sebuah hadist shahih dari Abdullah bi Mas&#8217;ud RA, dari Rasululullah SAW, &#8220;Sesungguhnya Islam bermula merupakan sesuatu yang asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing tersebut.&#8221;</p>
<p>8. GAMBARAN MENGENAI DAHSYATNYA KIAMAT</p>
<p>Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).<br />
Dan terang benderanglah bumi (padang masyar) dengan cahaya (keadilan)Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan amal) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.<br />
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.<br />
QS Az Zumar : 68-70<br />
Allah SWT menyuruh Isrofil meniup tiupan pertama kemudian terkejutlah segenap penghuni langit dan bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Ketika itu Allah Ta&#8217;ala menyuruh Isrofil memperpanjang tiupannya tanpa henti. Itulah yang difirmankan Allah SWT, Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang .<br />
QS Shad : 15<br />
maka gunung-gunung pun berjalan bagai awan, lalu menjadi fatamorgana. Bumi bergoyang hebat, menggoyangkan penghuninya bagai perahu di laut lepas, dihempas ombak kian kemari. Penghuninya terombang-ambing bagai lampu yang digantung di arsy. Hati siapapun menjadi gemetar karenanya. Allah Subahahu Wa Ta&#8217;ala berfirman:<br />
pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.<br />
Hati manusia pada waktu itu sangat takut, QS An Nazi&#8217;at: 6-8</p>
<p>Bumi bergoyang hebat, menggoyangkan penghuninya. Wanita-wanita yang menyusui tidak peduli (terhadap anak yang disusuinya), wanita-wanita hamil menggugurkan kandungannya. Anak kecil beruban. Manusia berhamburan, lari ketakutan ke sana kemari karena terkejut, sedang para malaikat menghadang mereka lalu menghantam muka-muka mereka. Maka mereka pun berbalik lagi, lari terbirit-birit. Dan tidak ada seorang pun yang bisa melindungi mereka dari azab Allah, meskipun mereka saling memanggil minta pertolongan.</p>
<p>Ketika manusia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba bumi terbelah menjadi dua, (masing-masing bergeser) dari satu arah kearah yang lain. Lalu mereka melihat suatu kejadian amat dahsyat, yang tak pernah mereka melihat hal serupa sebelumnya. Dan hanya Allah saja yang tahu penderitaan dan kesengsaraan mereka saat itu. Dan hanya Allah saja yang tahu betapa penderitaan dan kesengsaraan mereka saat itu. Ketika mereka melihat ke langit, ternyata langit telah berubah menjadi cairan logam, kemudian terbelah. Maka berhamburanlah bintang-bintang yang ada disana, sedang matahari dan bulan tidak lagi bercahaya.<br />
Abu Hurairah bertanya, &#8220;Siapakah yang dikecualikan Allah dalam firmanNya, Dan hari ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.<br />
QS An Naml : 87<br />
Rasulullah menjawab, &#8220;Mereka adalah para syuhada. Keterkejutan itu akan sampai kepada siapapun yang hidup. Dan para syuhada itu hidup disisi Allah dan mendapat rezeki. Namun Allah memelihara mereka dan memberi keamanan dari keterkejutan pada hari itu. Karena keterkejutan itu adalah azab Allah yang diperuntukkan kepada makhluk-makhlukNya yang jahat. Demikianlah mereka terus menerus didera azab. Kemudian Allah menyuruh Israfil meniup sangkakalanya dengan tiupan mematikan. Maka penghuni langit dan bumi pun mati semuanya, kecuali mereka yang dikehendaki Allah.<br />
Lalu jin dan manusia pun dibangkitkan kembali dari kematiannya dan dikumpulkan kemudian berteriaklah Dia sekeras-kerasnya seraya berfirman, &#8220;Hai sekalian jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah diam saja terhadap kamu sekalian sejak saat Aku menciptakan kamu sampai hari ini. (Selama itu) Aku mendengar perkataanmu dan melihat perbuatanmu. Maka, dengarlah Aku sekarang. Inilah semua perbuatanmu dan catatan-catatan amalmu, dibacakan kepadamu. Barangsiapa mendapatkan yang lain, jangan mencela selain dirinya sendiri.&#8221;<br />
Selanjutnya Allah Ta&#8217;ala menyuruh neraka Jahannam menjulurkan lehernya, maka keluarlah lehernya, menjulur tinggi-tinggi berwarna gelap, lalu Allah berfirman:<br />
Dan : &#8220;Berpisahlah kamu pada hari ini (dari orang-orang mukmin), hai orang-orang yang berbuat jahat.<br />
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu&#8221;, dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.<br />
Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?.<br />
Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam .<br />
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.<br />
QS Yasin : 59 &#8211; 64</p>
<p>Maka saat itulah kebahagiaan yang besar bagi orang beriman dan beramal soleh sepanjang umurnya di dunia, tetapi bagi orang kafir, fasik dan munafik, hari itu merupakan puncak kemalangan mereka atas keduhakaan mereka sepanjang hidup di dunia.</p>
<p>Source: &#8220;Mukhtasyar Nihayah Al Bidayah&#8221;<br />
oleh: Ibnu Katsir (Abu Fida&#8217; &#8216;Imaduddin Isma&#8217;il bin Umar bin Katsir bin Dhau&#8217; bin Katsir Al Quraisy Ad Dimasyqi) Judul Indonesia: &#8220;Huru-hara hari kiamat&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2007/09/18/sebagian-tanda-tanda-menjelang-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda-Tanda Kiamat Kecil</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2007/06/28/tanda-tanda-kiamat-kecil/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2007/06/28/tanda-tanda-kiamat-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 09:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enj/index.php/2007/06/28/tanda-tanda-kiamat-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[Antara TANDA-TANDA KIAMAT KECIL berdasarkan hadis 1. Penaklukan Baitulmuqaddis. Dari Auf b. Malik r.a., katanya, &#8220;Rasulullah s. a. w. telah bersabda:&#8221;Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat.&#8221;Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.&#8221; &#8211; Sahih Bukhari 2. Zina bermaharajalela. &#8220;Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Antara TANDA-TANDA KIAMAT KECIL berdasarkan hadis</p>
<p><strong>1. Penaklukan Baitulmuqaddis. </strong><br />
Dari Auf b. Malik r.a., katanya, &#8220;Rasulullah s. a. w. telah bersabda:&#8221;Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat.&#8221;Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.&#8221; &#8211; Sahih Bukhari<br />
<strong><br />
2. Zina bermaharajalela.</strong><br />
&#8220;Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.&#8221; &#8211; Sahih Muslim<br />
<span id="more-491"></span><br />
<strong>3. Bermaharajalela alat muzik.</strong><br />
&#8220;Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka.&#8221;Ada yang bertanya kepada Rasulullah;<br />
&#8220;Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?&#8221; Baginda menjawab;&#8221;Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi-penyanyi wanita&#8221; &#8211; Ibnu Majah<br />
<strong><br />
4. Menghias masjid dan membanggakannya.</strong><br />
&#8220;Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid&#8221; -<br />
Riwayat Nasai.</p>
<p>5. Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik.<br />
&#8220;Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga.&#8221; &#8211; Riwayat Ahmad dan Hakim</p>
<p><strong>6. Ramai orang soleh meninggal dunia.</strong><br />
&#8220;Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran -<br />
Riwayat Ahmad</p>
<p><strong>7. Orang hina mendapat kedudukan terhormat.</strong><br />
&#8220;Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka&#8217; bin Luka&#8217;(orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia&#8221; -<br />
Riwayat Thabrani</p>
<p><strong>8. Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja.</strong><br />
&#8220;Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.&#8221; -<br />
Riwayat Ahmad</p>
<p><strong>9. Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang. </strong><br />
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.<br />
&#8220;Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang.&#8221;</p>
<p><strong>10. Bulan sabit kelihatan besar.</strong><br />
&#8220;Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.&#8221;<br />
- Riwayat Thabrani<br />
<strong><br />
11. Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita.</strong><br />
&#8220;Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu&#8221;<br />
- Sahih Muslim</p>
<p><strong>12. Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar.</strong><br />
&#8220;Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar&#8221;<br />
- Riwayat Ahmad<br />
<strong><br />
13. Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai.</strong><br />
&#8220;Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.&#8221;<br />
- Sahih Muslim</p>
<p>__ ** __</p>
<p>Dari Abdullah bin &#8216;Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda,</p>
<p>&#8220;Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat&#8230;&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2007/06/28/tanda-tanda-kiamat-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapakah kira-kira luas surga?</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2007/01/30/berapakah-kira-kira-luas-surga/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2007/01/30/berapakah-kira-kira-luas-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2007 02:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elitha-eri.net/2007/01/30/berapakah-kira-kira-luas-surga/</guid>
		<description><![CDATA[“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada Syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imran: 133) “Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya” (QS. Al-Hadiid : 21) Subhaanallah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><br />
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan  Tuhanmu, dan<br />
kepada Syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI,<br />
yang  disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS.<br />
Ali Imran:  133)</em></p>
<p><em>“Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan<br />
ampunan  Tuhanmu dan syurga yang luasnya SELUAS LANGIT<br />
dan BUMI yang disediakan bagi  orang-orang yang beriman<br />
kepada Allah dan rasulNya” (QS. Al-Hadiid :  21)</em><br />
<span id="more-1906"></span><br />
Subhaanallah, Surga itu luasnya seluas langit dan<br />
bumi? Berapakah  luasnya langit dan bumi itu? Bisakah<br />
ilmu pengetahuan mengukurnya? Surga  begitu luasnya,<br />
sementara penduduk bumi kita yang berisi sekitar  lima<br />
milyar orang saja masih menyisakan demikian luas<br />
tempat yang belum  dihuni.</p>
<p>Baiklah, sekedar untuk berhitung dan yang penting<br />
adalah untuk  menambah keimanan kita akan kebesaran<br />
Allah Swt, mari kita mencoba  mengukurnya. Berdasarkan<br />
informasi dari Al-qur’an. Bahwa langit ini  dicipta<br />
oleh Allah Swt sebanyak TUJUH lapis.</p>
<p>Pernyataan ini didukung  paling tidak oleh delapan buah<br />
ayat al-qur’an yaitu Al-Isra’ : 44,  Al-Mukminuun : 17,<br />
Al-Mukminuun : 86, Al-Mulk : 3, Al-Baqarah :  29,<br />
At-Thalaq : 12, Nuh : 15 dan An-Naba’ : 12</p>
<p>“Langit yang tujuh,  bumi dan semua yang ada di<br />
dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada  suatupun<br />
melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu<br />
sekalian tidak  mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya<br />
Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha  Pengampun.” (QS.<br />
Al-Isra’ : 44)</p>
<p>Langit diciptakan oleh Sang Pencipta  sebanyak tujuh<br />
lapis, sementara untuk langit terdekat saja yang  masih<br />
mampu dipandang teropong manusia yang tercanggih<br />
sekalipun sudah  membuat manusia ‘takluk’ tidak dapat<br />
membayangkan. Maka bumi sungguh ibarat  debu jika<br />
dibandingkan dengan luasnya surga. Demikian pula<br />
keindahan bumi  beserta isinya, sungguh amat sangat<br />
tidak sepadan jika dibandingkan dengan  keindahan<br />
Surga.</p>
<p>Benarlah kata sebuah hadits Qudsi yang  menyatakan<br />
bahwa, keindahan surga yang diberikan Allah kepada<br />
para  hambaNya, belum pernah didengar telinga, belum<br />
pernah dilihat oleh mata,  belum pernah terlintas di<br />
dalam hati.</p>
<p>Sekedar sebagai ilustrasi  matematis, mari kita<br />
bayangkan berapa luasnya jagad raya langit  pertama<br />
itu. Garis tengah untuk langit pertama atau jagad raya<br />
ini  diperkirakan sebesar 30 milyar tahun cahaya.<br />
Berarti garis tengah jagad raya  kita ini sepanjang :<br />
30.000.000.000 X 360 X 24 X 60 X 60 X 300.000 km  =<br />
279.936.000. 000.000.000. 000.000 km. Ini bukan luasnya<br />
langit, tetapi  baru garis tengahnya saja.</p>
<p>Yang sedang kita hitung inipun masih luas  langit<br />
terdekat saja. Belum lagi langit lapis ke dua, ke<br />
tiga, ke empat,  ke lima, ke enam, dan yang ke tujuh.<br />
Yang kesemuanya itu jauh lebih besar  dibanding langit<br />
pertama.</p>
<p>Lalu bisakah kita membayangkan luas surga?  Bagaimana<br />
dengan keindahannya? Subhaanallah. Logika ilmu<br />
pengetahuan  mungkin bakal terhenti, tinggal logika<br />
iman yang bisa  mengukurnya.</p>
<p>Rasulullah pernah bersabda bahwa di surga sebuah  pohon<br />
akan bisa kita lalui dari ujung ranting timur ke ujung<br />
ranting barat  sejauh 100 tahun perjalanan.</p>
<p>Satu lagi, bahwa menurut ilmu pengetahuan,  ternyata<br />
jagad raya ini tidak tetap, tetapi terus mengembang<br />
bertambah  lama bertambah besar dan tentu juga<br />
bertambah luas. Menurut penelitian  Stephen Hawking<br />
setiap satu milyar tahun jagad raya mengembang  sekitar<br />
sepuluh sampai dengan lima belas persen.</p>
<p>Surga memang luar  biasa hebatnya. Luar biasa indahnya.<br />
Bahkan kita tidak bisa membayangkannya.  Tetapi yang<br />
lebih menarik adalah ‘pernyatan sikap’ para sufi dan<br />
para wali  Allah, yang mengatakan bahwa mereka tidak<br />
terpesona dengan surga yang tidak  terbayangkan<br />
keindahannya itu. Sebab mereka lebih terpesona dan<br />
lebih  cinta kepada Pencipta dan Pemilik Surga, yaitu<br />
Allah Swt.</p>
<p>Artinya  keindahan Allah Swt, Kebesaran, dan<br />
kehebatannya, sungguh melebihi surga itu  sendiri.<br />
Subhaanallah. Cuma kadang-kadang manusia<br />
‘terperangkap’ dengan  keindahan hadiahnya dan lupa<br />
kepada Dzat Yang Maha Pemberi  hadiah.</p>
<p>Berapakah kira-kira luas neraka ?</p>
<p>Suatu saat Abu Hurairah  ra, mengatakan, ketika kami<br />
bersama rasulullah, tiba-tiba terdengar suara  yang<br />
sangat keras, seperti benda yang jatuh menggelegar.<br />
Nabi yang mulia  mengatakan:<br />
“Tahukah kamu sekalian, suara apa itu? Kami menjawab:<br />
hanya  Allah dan rasulNya sajalah yang lebih<br />
mengetahuinya. Nabi menjawab, itu tadi  adalah suara<br />
dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam jurang<br />
neraka,  sejak tujuh puluh tahun yang lalu, baru sampai<br />
ke dasarnya ini tadi…” (HR.  Muslim)</p>
<p>Benda yang jatuh, secara ilmu fisika bisa dihitung<br />
jaraknya.  Berdasarkan gravitasi yang berlaku. Jika<br />
gravitasi bumi kita ini adalah 9,8 m  / detik, maka<br />
dengan mudah kita bisa menghitung jarak tempuh batu<br />
yang  jatuh mengikuti rums 1/2 gt2. Jika jatuhnya ke<br />
bumi kita sbb:<br />
Jarak tempuh  batu selama 70 tahun adalah, 0,5 x<br />
[70X360X24X60X60] x [70X360X24X60X60] x  9,8 m =<br />
23.228.686.172. 160.000 m = 23.228.686.172. 160 km,<br />
Bandingkan  garis tengah bumi kita hanya: 12.756 km.<br />
Ini berarti, bahwa neraka memiliki  kedalaman:<br />
23.228.686.172. 160 km /12.756 km = 1.821.000.797. 441,2<br />
X  diameter bumi ini jika dipakai gravitasi ‘bumi<br />
kita’.</p>
<p>Artinya bahwa,  jika jurang neraka itu diukur<br />
berdasarkan gravitasi bumi kita, maka neraka  memiliki<br />
kedalaman = 1.821.000.797. 441,2 kali garis tengahnya<br />
bumi. Atau  jika kita menggali sebuah sumur, maka sumur<br />
itu akan mencapai kedalaman  seperti yang kita hitung<br />
di atas. Apabila sumur itu menembus bumi  berulang<br />
kali, sampai sebanyak 1.821.000.797. 441,2 kali.</p>
<p>Dari sini  saja kita sudah sulit membayangkan betapa<br />
dalamnya jurang neraka seperti yang  diinformasikan<br />
oleh rasulullah saw tadi. Jadi jurang neraka itu<br />
sedalam:  1.821.000.797. 441,2 kali ‘tebal’nya bumi. Ah,<br />
betapa menggiriskan! Yang baru  kita illustrasikan tadi<br />
kedalaman vertikal neraka, bagaimana pula  lebar<br />
horizontalnya. Semestinya lebar horizontal lebih luas<br />
dari  vertikalnya, ibarat bumi yang memiliki permukaan<br />
lebih luas dibanding  ketinggian atmosfir bumi.</p>
<p>Tetapi kedalaman itu, ‘belum seberapa, sebab  nanti di<br />
yaumil akhir, bumi kita ini akan diganti oleh bumi<br />
yang lain.  Sehingga gravitasi yang dimaksud tentu<br />
bukan gaya gravitasi bumi kita ini.  Tetapi gravitasi<br />
bumi baru, yang jauh lebih hebat dan lebih  dahsyat<br />
kekuatan daya tariknya.<br />
“Ketika bumi ini diganti dengan bumi yang  lain, begitu<br />
pula dengan langitnya, Mereka bermunculan dari<br />
kuburnya  masing-masing menghadap kepada Allah Yang<br />
Maha Esa dan Maha Perkasa”. (QS.  Ibrahim 14 : 48)</p>
<p>Jangankan dipakai ukuran bumi baru yang kita  belum<br />
tahu gravitasinya. Andaikata dipakai ukuran gaya<br />
tariknya Black Hole  saja, yg mempunyai perbandingan 1<br />
: 100 trilyun (perbandingan ini telah  dianalisis pada<br />
suatu diskusi ilmiah yang bejudul “Menikmati  keindahan<br />
Allah melalui logika dan tanda-tanda”) , maka kedalaman<br />
neraka  menjadi sangat sangat menggiriskan</p>
<p>Secara matematis kedalaman itu menjadi  :<br />
23.228.686.172. 160 km X 100.000.000. 000.000 =<br />
232.286.861.  721.600.000. 000.000.000 km</p>
<p>Sebagai gambaran, bila 1 trilyun atau 1000  milyar<br />
manusia sekalipun dimasukkan kedalam neraka sekaligus<br />
maka tiap  orangnya masih bisa diberi jatah ruang lebih<br />
dari 200 trilyun kilometer  persegi .</p>
<p>Sehingga kalau seseorang dimasukkan ke dalam neraka,<br />
jangan  harap mudah menemukan teman ‘senasib dan<br />
sependeritaan’ , apalagi sampai  berbagi duka dan saling<br />
memberi dorongan agar ‘tabah’.</p>
<p>Tulisan ini  belum lagi membicarakan dahsyatnya suhu<br />
neraka serta ragam siksaan dan  kualitas siksaannya.<br />
Sebagai gambaran singkat Rasulullah saw  pernah<br />
berkata, andaikata dari dalam neraka yang dahsyat itu<br />
menerobos  keluar apinya meskipun hanya sebesar lubang<br />
jarum saja, maka hancur binasalah  bumi kita. Tulisan<br />
ini juga belum menggambarkan bahwa di neraka  tubuh<br />
manusia tidak langsung gosong atau meleleh tapi memuai<br />
dahulu.  Rasulullah SAW pernah berkata bahwa ada gigi<br />
seorang kafir yang akan menjadi  sebesar gunung Uhud di<br />
neraka. Hadits lain meriwayatkan bahwa tebal  kulit<br />
manusia di neraka akan (memuai) hingga setebal 3 hari<br />
perjalanan,  jauh lebih tebal dibanding kulit sapi yang<br />
digoreng dan memuai hingga setebal  kerupuk kulit.<br />
Inilah mungkin hikmah kenapa jatah ruang neraka  untuk<br />
setiap penghuninya diberi kapasitas yang  sedemikian<br />
luasnya.</p>
<p>Setelah kita membayangkan keindahan surga  yang<br />
ternyata tidak bisa dibayangkan saking dahsyatnya, dan<br />
setelah kita  berhitung matematis tentang kedalaman<br />
neraka, yang ternyata juga tidak bisa  kita bayangkan<br />
betapa mengerikan kedalaman neraka itu, masihkah kita<br />
mau  menunda amal akhirat kita untuk suatu masalah<br />
dunia yang ternyata sangat  kecil dan tidak abadi ini.</p>
<p>Ya Allah, berilah kami kebaikan di atas dunia  ini, dan<br />
berilah kami kebaikan di akhirat nanti, hindarkanlah<br />
kami dari  siksaMu yang amat pedih…</p>
<p>Sumber tulisan oleh : Dahlia Putri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2007/01/30/berapakah-kira-kira-luas-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sakaratul Maut</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2006/12/14/sakaratul-maut-2/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2006/12/14/sakaratul-maut-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2006 02:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elitha-eri.net/2006/12/14/sakaratul-maut-2/</guid>
		<description><![CDATA[Skaratulmaut Oleh: Ir. Permadi Alibasyah Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat akan meninggal malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal itu. Kadang-kadang ia menunjukan dirinya dengan jelas, bahkan kadang-kadang suaranya jelas terdengar oleh yang bersangkutan. Kedatangan malaikat maut ini sebenarnya adalah suatu peringatan, bahkan tidak lama lagi orang itu akan meninggal. Rupanya malaikat maut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Skaratulmaut<br />
Oleh: Ir. Permadi Alibasyah</p>
<p>   Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat akan meninggal malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal itu. Kadang-kadang ia menunjukan dirinya dengan jelas, bahkan kadang-kadang suaranya jelas terdengar oleh yang bersangkutan. Kedatangan malaikat maut ini sebenarnya adalah suatu peringatan, bahkan tidak lama lagi orang itu akan meninggal. Rupanya malaikat maut ingin memberi peringatan agar orang itu bersiap-siap dengan perbekalannya. Junjungan kita yang mulia, Rasulullah SAW dalam hal ini telah bersabda :<br />
  “Apabila Allah bermaksud baik kepada seseorang hamba, maka bentuk malaikat maut itu akan disesuaikan dengan amal salehnya sebelum mati”.<br />
  Berdasarkan hadits ini, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang datang itu bergantung kepada tingkat iman dan amal salehnya seseorang. Semakin banyak amal saleh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang datang akan semakin menyenangkan. Dan sebaliknya semakin besar dosanya, maka bentuknya akan semakin menakutkan.<br />
  Dalam hadits lain, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baik sikap pada waktu meninggal adalah ingat kepada Allah dengan mengucapkan Lailaha Ilallah. Pada kenyataannya, amat jarang orang yang mampu mengucapkan kalimat sakral ini dengan keikhlasan yang mendalam. Mengapa kita coba bersama-sama untuk menelaahnya. <span id="more-1196"></span><br />
  Menurut para ahli, pada saat seseorang akan meninggal, yaitu pada saat roh sudah sampai di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan hilang; yang berfungsi hanyalah alam bawah sadarnya. Pada saat kritis ini, setan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara mengalihkan perhatian orang yang sedang sekarat itu agar jangan sampai mengucapkan lailaha illallah. Macam-macam akal dikeluarkannya, mungkin ia menjelma menjadi bentuk ayah atau ibunya yang telah meninggal, atau pun ia menjelma menjadi bentuk yang menakutkan. Semua akal-aklan setan ini tujuannya hanya satu, yaitu agar orang yang sedang sekarat itu terlena atau takut, sehingga akhirnya ia akan lupa kepada Allah. Oleh karena itu, bila kita melihat orang yang sedang berjuang dalam sakratulmaut, maka bantulah ia dengan membisikan berulang-ulang kalimat Lailaha Ilallah sebagaimana petunjuk yang diberikan Rasulullah SAW:<br />
  “Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakratulmaut itu, dengan mengucapkan Lailaha Ilallah. Orang yang mengakhiri perkataannya itu dengan kalimat syahadat, maka dia akan dimasukkan ke dalam syurga”.<br />
  Salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khatab berkata, “Ucapkanlah kepada mereka yang sedang dalam sakratulmaut itu Lailaha Illah. Mereka itu melihat apa-apa yang tidak terlihat olehmu”.<br />
  Bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu sakratulmaut?<br />
  Godaan setan yang maha berat pada waktu sakratulmaut ini, hanya dapat diatasi dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT. Karena, apa yang paling dicintai, apa yang menjadi kerinduan siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada waktu napas terakhir.<br />
  Seringkali kita jumpai orang sekarat yang menepis atau menolak bila dibisikkan “Lailaha Ilallah” ditelinganya. Hal ini terjadi karena dalam keadaan sekarat, akal telah pergi, ingatan hilang; hati nurani akan mengenyampingkan semua hal, kecuali pada apa yang dicintai saja. Oleh karena itu, bila kita ingin pada saat meninggal nanti hanya ingat kepada Allah dengan mengucapkan “Lailaha Ilallah”  maka pupuklah rasa cinta kepada Allah. Karena, sekali lagi, dalam keadaan sekarat: akal akan beku, sedangkan hati hanya mampu mengingat apa-apa yang kita cintai saja.<br />
  Rasa cinta jelas mustahil muncul dalam sekejap. Sangat logis bila mengharapkan rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakratulmaut, di mana akal sudah tidak normal dan setan sedang menggoda dengan seberat-beratnya godaan, serta badan menanggung rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk-tusuk dengan 300 tusukan pedang.<br />
  Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Allah, biasakanlah berzikirmengingat-Nya. Jadikan Allah itu menjadi kekasih, dan letakkanlah Dia dalam rongga hati kita yang paling dalam.<br />
  Para ulama mengatakan, setelah selesai Tanya jawab dalam kubur maka roh selanjutnya di alam barzah akan ditempatkan pada tempat-tempat yang sudah disiapkan untuknya; yaitu sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di alam dunia. Yang amal salehnya banyak, yaitu selalu taat mengerjakan perintah-perintah Allah, akan menempati tempat yang bagus sekali; lebih indah dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi. Sedangkan bagi yang selalu membangkang pada perintah-perintah Allah akan mengalami penderitaan yang luar biasa pahitnya, naudzhubillah. Bagi mereka itu, alam barzah adalah benar-benar tempat derita dan sengsara. Dalam hal ini Rasulullah SAW, bersabda:<br />
  “Jangalah kamu memaki orang yang telah mati. Karena sesungguhnya mereka telah menemui apa yang mereka amalkan semasa hidupnya”.<br />
  Marilah dari sekarang kita sadari, bahwa banyak harta sedikit amal saleh ternyata tidak ada gunanya sama sekali. Harta yang dicari mati-matian itu akan di dunia; akan dibagi-bagi oleh ahli waris. Bayangkanlah, berpayah-payah mengumpulkan harta, kadang-kadang sudah Maghrib masih di kantor; harta tertumpuk, kita meninggal. Masih terbaring mayat kita di tempat tidur –belum dimandikan dan belum di kafani- para ahli waris sudah bertengkar memperebutkan harta yang kita kumpulkan mati-matian itu. Payah-payah mengumpulkan harta selama ini ternyata hanya untuk mengadu anak berkelahi dengan anak mengenai warisan. Yang dapat kita bawa serta masuk ke liang kubur hanyalah secarik kain kafan, yaitu kain putih sepanjang empat hasta. Tidak lebih dari itu!.<br />
  Rasulullah SAW yang mulia bersabda :<br />
  “Sesungguhnya kubur adalah tahap pertama dari beberapa tahap tempat di akhirat. Kalau seseorang telah selamat disitu, maka tahap yang sesudahnya akan lebih enteng, dan kalau tidak selamat di situ, tahap yang sesudahnya akan lebih berat lagi”.<br />
  Ingin saya sampaikan sekali lagi, mengucapkan kalimat “Lailaha Illallah” dengan sepenuh perasaan pada saat sakratulmaut. Selintas kedengarannya mudah, namun kenyataannya hanya orang tertentu saja yang sanggup melaksanakannya. Hal ini disebabkan antara lain karena :<br />
  ·  Pada waktu sakratulmaut, akal atau ingatan sudah tidak berfungsi normal, bahkan dapat dikatakan hilang<br />
  ·  Setan menggoda dengan seberat-beratnya godaan. Biasanya setan muncul di  penglihatan orang sekarat itu menyerupai orang-orang yang dikenal dekat dan sudah meninggal<br />
  ·  Rasa sakit yang amat sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang<br />
  Dalam keadaan payah seperti itu, jelaslah yang bekerja hanyalah alam bawah sadar saja, yang teringat adalah hanya apa-apa yang kita cintai dan kita rindukan siang malam.<br />
  Agar kita mampu mengucapkan pengakuan “Lailaha Illallah” pada saat akan meninggal, maka kita harus cinta atau dsekat kepada Allah SWT yang tertanam sampai ke dalam lubuk hati. Untuk itu, satu-satunya jalan adalah: berjihad menundukan nafsu agar menjadi manusia yang bertaqwa!. Ingatlah, kuburan bergerak secara pasti menghampiri kita dengan kecepatan 60 menit perjam. Dan di akhirat nanti, tidak ada jalan keluar dari neraka. Wallahu a&#8217;lam bish-shawab. (TA)</p>
<p>  Sumber : Sentuhan Kalbu melalui Kultum, Yayasan Mutiara Tauhid</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2006/12/14/sakaratul-maut-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiamat</title>
		<link>http://www.elitha-eri.net/2006/07/14/kiamat/</link>
		<comments>http://www.elitha-eri.net/2006/07/14/kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2006 01:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enj</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elitha-eri.net/2006/07/14/kiamat/</guid>
		<description><![CDATA[Kala bocah, saya suka berdebat bab kiamat. Saya ngotot lolos dari maut, ngumpet tak bisa ditemukan siapa pun, termasuk Tuhan. Kendati teman sebaya mengatakan, jika langit runtuh dan bumi dijungkirbalikkan, kita tak bisa lolos dari maut, saya tak peduli. Pokoknya, aku tak mau mati! Titik! Engkel-engkelan itu pun tak habis. Maklum, bocah di bawah 10 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kala bocah, saya suka berdebat bab kiamat. Saya ngotot lolos dari maut, ngumpet tak bisa ditemukan siapa pun, termasuk Tuhan. Kendati teman sebaya mengatakan, jika langit runtuh dan bumi dijungkirbalikkan, kita tak bisa lolos dari maut, saya tak peduli. Pokoknya, aku tak mau mati! Titik!<br />
Engkel-engkelan itu pun tak habis. Maklum, bocah di bawah 10 tahun.<br />
Pemahaman soal kiamat baru jelas setelah akil balig. Bahwa kematian itu kiamat, barang siapa mati berarti kiamatnya telah tiba. Amal baik dan buruk ditimbang untuk dicemplungkan ke neraka atau surga. Toh, perilaku saya untuk berdusta atau bohong-kecil-kecilan, sih- tetap terpelihara. Perut masih menelan barang haram. Otak pun masih suka ngeres. Ibadah nomor sekian, cari kenikmatan nomor satu. &#8220;Kematian itu masih jauh,&#8221; itu pikiran saya.</p>
<p>Orang dewasa pun bila diingatkan kematiannya ada yang melengos atau melupakannya. Saat ke kubur, umpamanya, mereka mengira selamanya hanya akan menyaksikan penguburan orang lain, dan tak pernah terpikir bahwa suatu ketika mereka sendiri diusung dalam keranda. Sikap lalai itu mungkin akibat kurangnya perenungan pada maut.  Tampaknya, tanda-tanda keuzuran berupa rambut putih, mata rabun, dan kulit keriput belum menyentuh. Juga iklan-iklan kematian di koran cuma sebagai obat &#8220;puas&#8221;: &#8220;Ah, umur saya sudah dilebihkan ketimbang mereka.&#8221; Sebenarnya, menguak misteri kematian bukan cermin selera rendah, melainkan merupakan prestasi keagamaan. Sejak 2.000 tahun sebelum Masehi, melewati masa Dante, Donne hingga Milton, perenungan yang terus-menerus atas kefanaan manusia dan kemungkinan bertahan hidup telah menghadirkan tema kesusastraan yang tak kunjung habis, dan indah.<br />
<span id="more-1181"></span><br />
Mengingat kematian itulah yang, Kamis malam pekan lalu, jadi tema pengajian di Bintaro, Tangerang, Banten. Waktu itu, tuan rumah yang kiai mengisahkan sebuah pemakaman yang diikutinya di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, April silam. Deretan mobil pelayat menandakan bahwa almarhum bukan rakyat kecil.<br />
Saat jenazah diturunkan ke liang lahat, kakinya nyantol tak bisa masuk.<br />
Mata orang pun terpana. Terpaksa, tanah kubur digali lebih panjang.<br />
&#8220;Kocrok! Kocrok!&#8221; Mayat kembali diturunkan. Lho, kok, masih nyantol.<br />
Digali lagi. Hasilnya sama saja. Para pelayat mulai bisik-bisik tentang almarhum. Penggali kubur judek. &#8220;Pak, ukuran jenazah 165 sentimeter. Kubur yang kami gali panjangnya 260 sentimeter, kok tidak masuk. Liang lahat tak mungkin digali lagi, karena sudah mentok dengan nisan sebelah,&#8221; ujar penggali kubur.</p>
<p>Masya Allah!<br />
Pihak keluarga lantas meminta kiai itu mendoakan almarhum. Dia pura-pura mbudek, karena hati kecilnya menolak. Ia ingat firman Allah bahwa bumi-Nya tak akan menerima jenazah orang-orang yang tak diridhai. &#8220;Bapak diminta untuk ke depan,&#8221; kata seseorang mencolek sang kiai. Apa boleh buat, dia pun berdoa. Di tangannya tergenggam segelas air putih. Benar saja. Begitu air usai didoai, lalu disiramkan, dan jenazah diturunkan, kaki almarhum tetap mengganjal pada ujung tanah kubur. Tidak bisa masuk! Tak ada jalan lain kecuali dipatahkan. &#8220;Mohon jangan dilakukan dulu, saya mau menjauh,&#8221; ujar kiai itu. Ternyata, walau sudah menjauh, kala kaki itu dipatahkan, suaranya cukup menyentakkan. Prak! Semua orang terdiam, larut dalam pikiran masing-masing. Begitu prosesi dilanjutkan-antara lain diazani dan diqamati- deretan mobil pengiring sudah lenyap. Pelayat telah sepi. &#8220;Yang tersisa hanya lima mobil dan pihak keluarga,&#8221; kata kiai itu. Perjalanan hidup manusia hingga ke liang kubur tersebut tak urung membuatnya berkaca-kaca.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kuburan adalah tahap pertama akhirat. Jika penghuninya selamat darinya, maka yang datang sesudahnya akan lebih mudah, tapi jika dia tidak selamat darinya, maka yang datang sesudahnya akan lebih sukar,&#8221;<br />
begitu Rasulullah SAW pernah bersabda. Artinya, memahami kematian bisa jadi cermin hidup dan mempertebal iman.</p>
<p>Pernah, setahun lalu, seseorang yang menghadiri pemakaman keluarga di Wonogiri, Jawa Tengah, juga mengisahkan ketrenyuhan serupa. Makam itu berada di atas bukit. Saat liang kubur baru digali semeter lebih sedikit, air mengucur deras dari sebuah sumber. Ini mengherankan, tak masuk akal!<br />
Penggali kubur geleng-geleng kepala. Air dikuras, tapi tak juga habis. Lalu diuruk pasir. Hasilnya nihil. Apa boleh buat, terpaksa jenazah dimasukkan ke liang lahat dalam kondisi berair. Mayatnya mengapung kayak gedebok pisang. Para pelayat menundukkan kepala, kasihan. Adakah ini bagian dari ketidakridhaan-Mu, ya, Allah? Engkau tidak mengendaki bumi-Mu dimasuki orang-orang yang zalim, yang suka menyakiti orang, yang suka menilap bukan haknya? Wallahualam. Yang pasti, fenomena kubur tak sudi menerima jenazah seringkali hanya menyadarkan kita sesaat.</p>
<p>&#8220;Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis,&#8221; sabda Nabi SAW. Memang, kita tak menutup mata bahwa kematian-bagi sebagian orang-adalah kebahagiaan, dan hidup adalah upaya memperoleh tambahan nilai kebaikan. Namun, acap pula kematian itu membisukan jawaban.</p>
<p>By Widi San desu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elitha-eri.net/2006/07/14/kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
