Archive for the 'Nasrudin Hoja' Category

Perusuh Rakyat

Kebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah.
“Menjauhlah engkau, hai mullah!” teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya]

addthis_url = ‘http%3A%2F%2Fwww.elitha-eri.net%2F2007%2F06%2F22%2Fperusuh-rakyat%2F’;
addthis_title = ‘Perusuh+Rakyat’;
addthis_pub [...]

Keadilan dan Kelaliman

Tak lama setelah menduduki kawasan Anatolia, Timur Lenk mengundangi para ulama di kawasan itu. Setiap ulama beroleh pertanyaan yang sama:
“Jawablah: apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal.”
Beberapa ulama telah jatuh menjadi korban [...]

Nasrudin dan Tiga Orang Bijak

Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton [...]

Kumpulan Kikir

Nasrudin mendengar ada sebuah desa yang warganya terkenal kikir semua. Dia ingin membuktikan hal itu. Maka nasrudin pergi ke desa itu. Sesampainya di desa itu dia menuju sebuah rumah untuk meminta minum. Segera si pemilik rumah keluar dengan membawa segelas susu..
Setelah meminum susu itu dan mengucapkan terimakasih, Nasrudin berkata pada pemilik rumah itu,” Saudaraku! Aku [...]

Nasrudin dan Kuda

Suatu hari tetangga nasrudin, melihat nasrudin sedang berlari di samping seekor kuda…
“Nasrudin, hendak kemana kau?” tanya tetangganya.
“Aku di suruh raja untuk mengirimkan surat ke kota,” jawab nasrudin..
“Bodoh sekali kau ! Kenapa kudanya tidak kau tunggangi?”
“Kuda dengan empat kaki dapat berlari dengan cepat, di tambah dua kakiku ini, tentu ia akan lebih cepat lagi.”
(Nasehat: kesederhanaan dan [...]

Kantong yang haus

Nasrudin menghampiri sebuah perta pernikahan. Dia melihat seorang sahabatnya asik makan. Namun di samping makan sangat banyak, dia juga sibuk sekali mengisi kantong bajunya dengan makanan.
melihat kerakusan sahabatnya, nasrudin mengambil teko berisi air. Diam-diam diisinya kantong baju sahabatnya dengan air. Tentu saja sahabatnya terkejut dan berteriak, ” hai Nasrudin, gilakah kau?” masa kantongku kau tuang [...]

Pages (8): « First ... « 5 6 7 [8]
iklan -->