Archive for the 'Nasrudin Hoja' Category

Mata Duitan

Nasruddin membeli sejumlah besar telur dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih rendah dari harga pembeliannya. Tentu saja, banyak orang yang membeli telur kepadanya. Dalam waktu singkat seluruh telur itu habis terjual.
Seorang pedagang yang merasa tersaingi menanyakan perbuatan Nasruddin tersebut. Sang sufi dengan pendek berkata, ”Tentu engkau tak ingin kalau [...]

Salah Kira

Suatu ketika, Nasruddin bertemu dengan seseorang yang belum pernah ia kenal. Anehnya, Nasruddin berbicara dengan akrabnya, bahkan dengan diselingi gurauan canda, seolah-olah mereka telah lama tak bertemu.
Ketika orang asing itu hendak beranjak pergi, barulah Nasruddin bertanya, ”Maaf, aku belum mengenal Anda. Siapa sebenarnya Anda ini?”
”Kalau begitu, kenapa Anda tadi berbicara [...]

Makan Halwa

Suatu hari, Nasruddin pergi berjalan-jalan ke Kota Quniyah. Di sebuah toko penjual makanan, ia masuk dan segera mengambil halwa (sejenis manisan). Tanpa berkata apa pun, ia mencicipi makanan itu sepotong demi sepotong. Tentu saja, perbuatannya itu membuat heran pemilik toko.
”Beraninya kamu memakan harta orang lain tanpa izin pemiliknya,” hardik sang [...]

Bukan Pedagang

”Hari dan bulan apa sekarang ini?” tanya seseorang lelaki kepada Nasruddin yang tengah menanti temannya di sebuah pasar.
”Sayang, aku bukan pedagang hari dan bulan. Bila pedagang, pasti sudah aku jawab pertanyaanmu itu,” jawab Nasruddin kalem.

addthis_url = ‘http%3A%2F%2Fwww.elitha-eri.net%2F2007%2F07%2F05%2Fbukan-pedagang%2F’;
addthis_title = ‘Bukan+Pedagang’;
addthis_pub [...]

Tahu Salahnya

Nasruddin memiliki sebidang kebun yang ditanami aneka sayur-sayuran. Suatu ketika saat tengah membersihkan kebun tersebut dari rumput liar, tiba-tiba masuklah seekor sapi ke dalam kebun dan melahap tanaman yang ada. Kontan, Nasruddin berang melihat kelakuan sapi tersebut. Ia pun segera mengambil tongkat dan memukul sapi itu hingga lari terbirit-birit.

[...]

Relativitas Keju

Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira,
“Aku punya sepotong keju untukmu,” kata istrinya.
“Alhamdulillah,” puji Nasrudin, “Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut.”

addthis_url = ‘http%3A%2F%2Fwww.elitha-eri.net%2F2007%2F06%2F27%2Frelativitas-keju%2F’;
addthis_title = ‘Relativitas+Keju’;
addthis_pub = ”;

Bersembunyi

Suatu malam seorang pencuri memasuki rumah Nasrudin. Kabetulan Nasrudin sedang melihatnya. Karena ia sedang sendirian aja, Nasrudin cepat-cepat bersembunyi di dalam peti. Sementara itu pencuri memulai aksi menggerayangi rumah. Sekian lama kemudian, pencuri belum menemukan sesuatu yang berharga. Akhirnya ia membuka peti besar, dan memergoki Nasrudin yang bersembunyi.

addthis_url [...]

Jatuhnya Jubah

Nasrudin pulang malam bersama teman-temannya. Di pintu rumah mereka berpisah. Di dalam rumah, istri Nasrudin sudah menanti dengan marah. “Aku telah bersusah payah memasak untukmu sore tadi !” katanya sambil menjewer Nasrudin. Karena kuatnya, Nasrudin terpelanting dan jatuh menabrak peti.

addthis_url = ‘http%3A%2F%2Fwww.elitha-eri.net%2F2007%2F06%2F27%2Fjatuhnya-jubah%2F’;
addthis_title = [...]

Periuk Beranak

Nasrudin meminjam periuk kepada tetangganya. Seminggu kemudian, ia mengembalikannya dengan menyertakan juga periuk kecil di sampingnya. Tetangganya heran dan bertanya mengenai periuk kecil itu.
“Periukmu sedang hamil waktu kupinjam. Dua hari kemudian ia melahirkan bayinya dengan selamat.”

addthis_url = ‘http%3A%2F%2Fwww.elitha-eri.net%2F2007%2F06%2F27%2Fperiuk-beranak%2F’;
addthis_title = ‘Periuk+Beranak’;
addthis_pub [...]

Terburu-buru

Keledai Nasrudin jatuh sakit. Maka ia meminjam seekor kuda kepada tetangganya. Kuda itu besar dan kuat serta kencang larinya. Begitu Nasrudin menaikinya, ia langsung melesat secepat kilat, sementara Nasrudin berpegangan di atasnya, ketakutan.
Nasrudin mencoba membelokkan arah kuda. Tapi sia-sia. Kuda itu lari lebih kencang lagi.

addthis_url = [...]

Pages (8): « First ... « 1 2 3 [4] 5 6 7 » ... Last »
iklan -->