Archive for the 'Nasrudin Hoja' Category

Satu Sen Hilang

Ketika sedang duduk di sebuah batu besar di pinggiran sungai, Nasrudin melihat sepuluh orang buta yang ingin menyeberangi sungai. Ia menawarkan bantuan kepada mereka dengan bayaran satu sen per orang. Mereka setuju, dan sang Mullah pun memulai pekerjaannya.
Sembilan orang telah selamat sampai ke tepi sungai. Tapi ketika ia sedang dibuk dengan [...]

Menyimpan Sendiri

Nasruddin sedang berjalan-jalan dengan keledainya. Tiba di sebuah taman bunga, ia segera turun dan menambatkan keledainya di seberang jalan. Ia pun segera memetik beberapa kuntum bunga. Ketika kembali, ia menemukan seseorang telah mencuri mantelnya yang ia letakkan di punggung keledai.
”Bagus sekali, ”kata Nasruddin, ‘’sekarang aku sendiri yang harus menyimpannya.”
Nasruddin lalu [...]

Sekali Sabetan

Para serdadu, baru saja pulang dari medan perang. Warung kopi mulai ramai kembali oleh pembicaraan mereka.
”Suatu hari, di perbatasan daerah utara, aku memenggal leher lebih dari enam orang kafir, semua berjanggut merah,” seru salah seorang dari mereka. Tepuk tangan pun riuh terdengar.
”Kamu tidak akan bisa menandinginya, Nasruddin,” ujar pemilik warung kopi [...]

Tak Mudah

Suatu ketika, Nasruddin menjadi hakim. Seorang janda mengajukan sebuah kasus yang menimpa dirinya. ”Aku ini amat miskin. Anak laki-lakiku masih kecil dan suka makan gula banyak sekali. Sepertinya ia sudah kecanduan. Apakah pengadilan bisa membuatnya berhenti makan gula, karena saya sendiri tidak bisa memaksakan keinginan ini?”
”Nyonya,” kata Nasruddin, ”masalah ini [...]

Burung Gagak

Bersama istrinya, Nasruddin pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Baru saja meletakkan pakaiannya dan mengeluarkan sabun, seekor gagak mendadak muncul, lalu menyambar sabun dan dibawanya terbang tinggi. Istri Nasruddin kaget dan berteriak-teriak, agar suaminya segera bertindak terhadap gagak tersebut. Namun, dengan tenang Nasruddin berkata:
”Mengapa kamu sedih. Aku kira pakaian gagak [...]

Pencuri

Seorang pencuri memasuki rumah Nasruddin yang terkenal miskin.
”Ada pencuri masuk,” bisik istrinya.
”Biarkan saja. Kalau dia menemukan sesuatu, dengan mudah kita akan ambil lagi dari tangannya,” jawab Nasruddin tenang.

addthis_url = ‘http%3A%2F%2Fwww.elitha-eri.net%2F2007%2F07%2F05%2Fpencuri-2%2F’;
addthis_title = ‘Pencuri’;
addthis_pub = ”;

Lidah Kambing dan Kampak

Nasruddin baru saja datang dari pasar dan membawa lidah kambing. Dia menyuruh istrinya memasaknya untuk santap malam. Namun, sore hari di meja makan, ia melihat hanya ada kue. Ia diam saja.
Esoknya, Nasruddin bertanya kepada istrinya.
”Kemarin aku membawa lidah kambing. Aku suruh kamu memasaknya untuk santap malam. Tapi, nyatanya aku tidak kebagian. [...]

Marah

”Menjauhlah sedikit dariku,” kata istrinya kepada Nasruddin pada suatu malam di tempat tidur.
Mendengar omelan istrinya, Nasruddin segera bangkit dan memakai sepatu. Selesai itu, ia buru-buru ke luar rumah dan berjalan menempuh jarak selama dua jam. Dalam perjalanan itu, dia bertemu dengan seorang kenalannya.
”Kalau nanti kamu bertemu istriku, tolong tanyakan padanya [...]

Pencuri

Seorang pencuri memasuki rumah Nasruddin dan membawa hampir semua harta benda tokoh sufi ini ke rumahnya. Nasruddin melihat semua itu dari tempat yang tersembunyi di seberang jalan. Beberapa menit kemudian setelah pencuri keluar rumah, Nasruddin segera mengambil selimut yang tersisa dan mengikuti sang pencuri pulang. Ia pun berbaring di salah sudut [...]

Ekor Kuda

Seorang tetangga Nasruddin ingin memotong ekor kudanya. Ia pun meminta saran kepada Nasruddin, berapa panjang ia harus memotong ekor kuda tersebut.
Nasruddin pun menjawab, ”Ada sedikit perbedaan, terlepas dari apa yang kamu lakukan. Pendapat pun akan berbeda, bahkan bagi pendapatmu sendiri dari satu waktu ke waktu yang lain. Terlalu panjang, tidak. [...]

Pages (8): « 1 2 [3] 4 5 6 » ... Last »
iklan -->