Archive for the 'Nasrudin Hoja' Category

A Winning Smile

 

This story concerns the legendary sage Mulla Nasruddin, whose humourous tales contain a delightful down to earth wisdom which cross cultures and centuries. Many different middle-eastern regions claim him to be their own, where the ever popular Nasruddin is often shown besting his worldly superiors. As in the following anecdote, [...]

Nyebarin Roti Biar Macan Gak Datang

Nasrudin lagi sibuk nyebarin serpihan serpihan roti di sekeliling rumahnya.
“Eh, lagi ngapain loe?” tanya seseorang
“Oh, ini biar macan pada gak datang ke mari.”
“Lho, tapi kan gak ada macan di daerah sini.”
“Tuh kan. Gue bilang juga ape.. beneran berhasil, kan?”

Bagaimana Membedakan Wanita dan Pria?

Suatu hari, Nashruddin duduk di sebuah tempat. Tiba-tiba, orang-orang memberi tahu kepadanya bahwa baru saja tiba beberapa wisatawan dari negeri Arab. Mereka lalu bertanya pada Nashruddin. ”Karena cuacanya sangat panas, apakah penduduk negeri itu selalu tidak berpakaian?” Nashruddin pun menjawab, ”Jika tidak, bagaimana cara membedakan antara pria dan wanitanya?”

Pasti akan Diketahui Orang

Suatu malam, Nashruddin tidur di atas atap. Ketika bangun dan hendak turun untuk pindah ke kamar, dia merasa seolah-olah bertengkar dengan istrinya. Tanpa sadar, dia bangun lalu berjalan, karena mengira bahwa dia sedang berada di dalam rumah. Akibatnya, dia jatuh dari atap dan menimpa kepala tetangganya.
Mereka pun bingung lalu mengerumuni Nashruddin [...]

Harta Orang Miskin

Nashruddin sedang mengunyah sebuah makanan yang terasa pahit, di sebuah tempat. Lalu, orang-orang mengajaknya makan. Ketika masuk ruang makan, Nashruddin mengeluarkan sepotong makanan itu dari mulutnya dan menempelkannya pada hidungnya. Orang-orang pun bertanya padanya. ”Apa yang sedang Anda lakukan?”
Nashruddin menjawab, ”Harta orang miskin harus tetap kelihatan di hadapan kedua matanya [...]

Membuka Mulut Hingga Hampir Robek

Beberapa orang pembual duduk mengobrol di sebuah majlis. Mereka membincangkan cerita-cerita bohong. Nashruddin duduk diam di pojok sambil mendengarkan bualan-bualan mereka.
Menjelang akhir pertemuan, salah seorang di antara mereka menoleh pada Nashruddin dan berkata padanya dengan maksud bergurau. ”Hai, mengapa kamu sedari tadi hanya diam saja dan tidak berbicara?” Sebenarnya, Nashruddin [...]

Binatang yang Bekerja Itu Besar

Suatu ketika, Nashruddin lewat di sebuah gang di kota Qauniyyah. Tiba-tiba, dia melihat sebuah rumah besar nan indah. Karena kagum akan kebesaran dan keindahan bangunannya, Nashruddin memandanginya lama sekali. Seorang pelayan berdiri di hadapan Nashruddin dan berkata, ”Mengapa kamu begitu memperhatikan rumah ini?”
Nashruddin menjawab, ”Aku sedang mengagumi bangunan yang besar ini.”
Begitu pembantu itu melihat Nashruddin [...]

Perlihatkan pada Siapa?

Suatu saat, Nashruddin dijodohkan oleh teman-temannya dengan seorang wanita maaf, berwajah jelek. Di pagi ketika Nashruddin hendak pergi, tiba-tiba istrinya mendekat. Dengan penuh manja dia berkata, ”Aku harap Engkau memberitahuku, siapa di antara keluarga laki-lakimu yang boleh kuperlihatkan wajahku pada mereka? Juga, siapa dari mereka yang tidak boleh melihatku?” Maka [...]

Seorang Hakim dan Pedagang

Suatu ketika, seorang hakim dan pedagang berjumpa dengan Nashruddin di jalan. Lalu hakim itu berkata padanya, ”Barangsiapa banyak bicara, akan banyak pula kesalahannya.” Lalu hakim itu berkata kembali, ”Apakah kamu akan menegur dan meluruskanku, jika suatu hari aku bersalah?” Nashruddin menjawab, ”Ya, suatu ketika aku pernah memasukkan seorang hakim ke [...]

Aku akan Menjualnya

Suatu ketika, Nashruddin akan menual setengah dari rumahnya. Seorang makelar berkata padanya, ”Mengapa kamu tergesa-gesa, sekarang bukan saatnya untuk menjual rumah.” Nashruddin berkata padanya, ”Sepanjang hidupku, aku tidak menyukai harta yang dimiliki secara bersama. Sudah sepuluh tahun kamu bekerja sama, dan aku menawarkan padanya agar dia mau menjual bagiannya padaku. Aku harap, dia rela menjualnya. [...]

Pages (8): [1] 2 3 4 » ... Last »
Pusat Mobil Online Klinik Pasutri