Gejala dan Pemicu Asma

By: enj

asmaBagaimana asma bisa terjadi? Seseorang terkena asma ketika saluran udara di paru-paru terkena peradangan sehingga diameternya pun menyempit.
Otot-otot di dinding saluran pernafasan mengencang, kemudian menghasilkan lendir yang menghalangi saluran udara tersebut.

Gejala dan tanda-tanda asma beragam pada setiap orang, seperti:

  • Nafas pendek-pendek.
  • Dada terasa sakit atau ditekan.
  • Tidur terganggu karena nafas yang pendek-pendek, batuk, atau bersin-bersin.
  • Ada suara seperti siulan atau bersin saat membuang nafas.
  • Rasa sakit ketika batuk atau bersin yang kemudian diperburuk dengan infeksi saluran pernafasan seperti flu atau pilek.

Waspadai bila gejala-gejala itu semakin berat dan semakin sering karena penderita asma juga bisa terkena komplikasi. Diameter saluran pernafasan
penderita kemungkinan menyempit secara permanen. Penderita juga dapat terkena serangan asma yang berat sehingga harus diopname. Ada pula komplikasi akibat efek samping pengobatan jangka panjang yang dikonsumsi untuk menstabilkan asma yang berat.

Belum diketahui pasti mengapa sebagian orang terkena asma, sementara
yang lain tidak. Alasan yang paling mungkin adalah kombinasi lingkungan dan genetika yang berbeda di masing-masing orang. Jadi, seseorang dapat terkena asma bila:

  • Keluarganya memiliki sejarah asma.
  • Sewaktu kecil sering terkena infeksi pernafasan.
  • Sering berdekatan dengan perokok aktif.
  • Tinggal di daerah yang terkena polusi udara.
  • Lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, misalnya pabrik, peternakan, dan salon..
  • Lahir dengan berat badan di bawah normal..
  • Mengalami kelebihan berat badan.

Perbedaan bagi penderita asma juga terlihat pada pemicunya. Penelitian
sampai saat ini menemukan kalau asma dapat dipicu oleh:

  • Allergen (penyebab alergi) yang diterbangkan oleh angin, misalnya bulu binatang, debu, dan serbuk bunga.
  • Reaksi alergi terhadap beberapa jenis makanan, seperti kacang-kacangan atau kerang-kerangan.
  • Infeksi saluran pernafasan, misalnya pilek.
  • Aktivitas fisik, terutama jenis latihan yang dapat memicu asma.
  • Udara yang dingin.
  • Polusi udara, seperti asap pabrik atau asap kendaraan bermotor.
  • Pengobatan tertentu.
  • Stress dan tekanan emosional lainnya.
  • Bahan pengawet yang ditambahkan ke dalam makanan.
  • Siklus menstruasi bagi sebagian perempuan.

Salah satu karakteristik asma adalah tidak dapat disembuhkan, tetapi
gejala-gejalanya dapat dikendalikan. Pengendalian dilakukan dengan menghindari pemicu asma dan mengetahui gejala-gejala tersebut.

Share!
Tag:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

User Online

Back to Top
Get Adobe Flash player