Kisah Budi yang Tidak Ada Matinya

Satu hari saat jam pulang sekolah, Aco begitu semangat pingin cepat-cepat menemui kakek Untung tercinta, yang saban hari menghabiskan waktunya dengan bergoyang-goyang dikursi goyang.

Begitu sampai di depan pintu rumah, sepatu adidas klasik mungilnya langsung dicopot dan dilempar Aco begitu saja. Kemudian dia buka pintu dan langsung berlari kepangkuan kakek Untung.

Setelah bermanja sejenak di pangkuan kakek, Aco pun bercerita, “Kek, kek, Aco mau cerita nih. Tadi aco diajarin membaca sama ibu guru Oneng.”

“Wah, cucuku hebat! Kalo udah lancar membaca, nanti kakek kasih hadiah baju batman ya,” kata kakek sambil mengelus-elus kepala plontosnya Aco.

“Kek..Kek..Tadi Aco diajarin begini sama ibu guru Oneng: Ini Budi, Ini Bapak Budi, Ini Ibu Budi, Ini Kakek Budi. Kek, kakak Budi rumahnya dimana sih?” Uhh Aco ngocor terus, tak berhenti ngomong.

“Gila! Si Budi, ibu Budi dan bapak Budi, masih hidup sampe sekarang? Co! Kakek dulu di sekolah rakyat diajari juga membaca: Ini Budi, Ini Ibu Budi, Ini Bapak Budi… He, He, Budi nggak ada matinya,” ujar kakek sambil terus bergoyang bareng cucunya Aco yang nggak capek-capeknya ngomong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + seventeen =

Get Adobe Flash player