Tuli Akibat Kebisingan

Oleh Pouw Tjoen Tik

Sudah menjadi kebiasaan istri penulis untuk membisukan tayangan TV bila cucu kami sedang tidur. Rasanya janggal dan lucu juga menyaksikan ulah penggitar dan komat-kamitnya penyanyi tanpa suara.

Adegan-adegan yang menakutkan pun sudah tidak mampu lagi mendebarkan sang jantung. Kesemuanya menyadarkan penulis akan besar peran pendengaran dalam kehidupan manusia.

Berdasar statistik seperempat dari hilangnya pendengaran (tuli) disebabkan oleh kebisingan. Angka ini di seluruh dunia diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pola kehidupan modern yang serba bising.

Telinga terbagi atas tiga bagian, yaitu telinga bagian luar, tengah, dan dalam. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga dan lorong telinga. Bagian tengah dibentuk oleh gendang telinga dan ruang yang berisi tiga tulang- tulang kecil.

Telinga bagian dalam, terbenam dalam tulang pelipis dan terdiri atas tiga kanal berbentuk setengah lingkaran, ruang penghubung (vestibule), dan tabung berbentuk rumah siput (cochlea). Cochlea berisi cairan dan sel-sel berambut yang tersusun dalam empat baris.

Dalam cairan cochlea getaran tersebut menimbulkan riak-riak yang menyebabkan rambut-rambut sel cochlea melambai-lambai bagaikan anemone. Gerakan rambut-rambut ini mengirim rangsangan elektrokimia ke otak yang kemudian menginterpretasikannya sebagai suara, irama, bunyi ledakan, dan sebagainya.

Satuan Pengukur Kebisingan

Satuan frekuensi bunyi disebut Herts (Hz), yaitu getaran per detik. Pendengaran yang sehat mampu menangkap frekuensi bunyi antara 20 hingga 20.000 Hz.

Dampak bunyi terhadap rambut-rambut cochlea (sound pressure level – SPL) diukur dengan satuan yang disebut decibel (dB). SPL yang sangat tinggi atau sedang, tetapi terdengar lama, dapat mematahkan rambut-rambut cochlea yang pada gilirannya akan meredupkan ketajaman pendengaran.

Bila kerusakan rambut-rambut cochlea cukup parah, maka terjadilah ketulian (Noise-Induced Hearing Loss – NIHL). NIHL adalah ketulian karena rusaknya sel-sel rambut cochlea akibat bunyi keras yang mendadak (85 dB ke atas) atau terdengar selama waktu yang cukup lama.

Gambaran kekuatan decibel dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: suara lembut (0 dB), bisikan (30 dB), gemerciknya hujan (50 dB), berbincang-bincang (60 dB), mesin pencuci pakaian (75 dB), kebisingan lalu lintas, buldoser (85 dB), mesin pemotong rumput, alat pengering rambut (90 dB), walkman, traktor (100 dB), konser rock (110 dB), sirene ambulans, guntur (120 dB), pesawat jet dalam jarak 30 meter (130 dB), petasan (140 dB), tembakan (140 – 165 dB, tergantung kaliber senjata), dan peluncur roket (lebih dari 165 dB).

Diperkirakan persentasi tertinggi gangguan kesehatan akibat pekerjaan, disebabkan oleh kebisingan (30 persen).

Namun, ancaman yang sering terlupakan adalah kebisingan lalu-lintas, serta musik dan tontonan yang hiruk-pikuk.

Sebagai contoh, musik yang didengarkan selama 15 menit setiap hari dengan alat pendengar (earphones) pada volume standar (level 5), akan menimbulkan SLP sebesar 100 dB yang cukup kuat untuk merusak rambut-rambut cochlea.

Suara dengan SPL sebesar 85 dB hanya boleh didengar terus-menerus selama delapan jam, dan setiap kenaikan SPL sebesar tiga dB, lama mendengarnya harus dikurangi sebanyak 50 persen (National Institute for Occupational Safety and Health – NIOSH dan Centers for Disease Control – CDC, 2002).

Pencegahan

Upaya pencegahan yang terbaik adalah menghindari bunyi dengan SLP 85 dB ke atas. Dalam keadaan terpaksa, gunakan penutup telinga, kurangi lama mendengar, dan jauhi sumber bunyi.

Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa sebelum terekspos kebisingan, vitamin A, C, E, dan magnesium yang diberikan sekali sehari selama lima hari, mampu mencegah NIHL (The University of Michigan, Maret 2007).

National Institute of Health menggarisbawahi anjuran para peneliti untuk tetap mengonsumsi vitamin-vitamin dan zat mineral tersebut setiap pagi walaupun telah telanjur terekspos kebisingan. Pencegahan NIHL seyogianya mendapat perhatian masyarakat.

Penulis adalah alumnus Fakultas Kedokteran Unair, berdomisili di Austin, Texas, USA

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Adobe Flash player