Akupunktur, Terapi di Era Globalisasi

www.naturheilpraxis-scharfbillig.de

JARUM AKUPUNKTUR – Bahan jarum akupunktur semula terbuat dari batu. Kemudian menggunakan bahan bambu, lalu ke tulang, kemudian ke perunggu/logam. Kini bahan jarum akupunktur terbuat dari “stainless steel”.

Dewasa ini pengobatan tradisional atau alternatif semakin populer di masyarakat dan menarik banyak peminat. Pengobatan tradisional tidak hanya diminati oleh kelompok pendidikan tingkat rendah, tetapi juga oleh kalangan pendidikan tinggi. Meskipun demikian kedudukan pengobatan tradisional di Indonesia belum seperti di beberapa negara Asia, seperti China, India, ataupun Korea. Pengobatan tradisional adalah pengobatan/perawatan dengan cara, obat, dan pengobatnya yang mengacu kepada pengalaman, keterampilan turun-temurun, pendidikan/pelatihan, dan diterapkan sesuai norma yang ber-laku dalam masyarakat. Dengan berkembangnya pemahaman tentang pengobatan tradisional, Departemen Kesehatan melalui Undang-Undang No 23/1992 tentang Kesehatan, mengakui keberadaan pengobatan tradisional sebagai bagian yang tidak dapat diabaikan dalam pelayanan kesehatan.

Kecenderungan Indonesia untuk semakin beralih ke pengobatan tradisional ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dunia yang memang sedang dilanda era back to nature, perekonomian Indonesia yang dirasa sedang kurang menguntungkan, dan harga obat-obatan yang semakin mahal.

Akupunktur, sebagai salah satu pengobatan tradisional yang telah dipraktikkan selama hampir 5.000 tahun, membawa angin segar bagi dunia kesehatan. Hal ini didukung oleh terapi akupunktur yang bersifat non-chemical, hanya merangsang sel-sel tubuh kita agar lebih lancar mentranmisikan informasi, sehingga pemulihan ataupun peningkatan kesehatan tubuh akan dicapai. Jadi, terapi akupunktur sama sekali tidak menggunakan bahan apa pun yang dimasukkan ke dalam tubuh. Akupunktur merupakan suatu terapi yang sangat bersifat endogen, sekaligus menjadi suatu metode usaha peningkatan kesehatan secara alamiah karena ia hanya melibatkan perangsangan “perabot-perabot endogen” tubuh manusia sendiri, seperti hormon, neurotransmiter, neurohumoral, opioid endogen, dan lain-lain, yang diwujudkan melalui suatu teknik penusukan titik-titik tertentu pada tubuh yang telah dibuktikan berkaitan dengan proses-proses tertentu dalam tubuh manusia.

Hal ini pernah dicoba dengan memasukkan zat-zat radioaktif tertentu ke dalam tubuh melalui titik-titik akupunktur dan bila diperiksa secara radiologi, maka kita dapat melihat bahwa zat-zat tersebut berjalan dalam tubuh kita sesuai dengan jaras-jaras tertentu dalam teori klasik akupunktur.

Perangsangan keluarnya zat-zat endogen tubuh melalui suatu teknik tertentu sebenarnya juga sering kita lakukan setiap hari. Misalnya pada saat kita dipijat ataupun kerokan, maka histamin dan endorfin dirangsang keluar. Salah satu contoh manfaat ilmu akupunktur ialah perangsangan titik-titik akupunktur dengan rangsang sinar helium dan neon (laserpunktur) yang bersifat sebagai biostimulator dan dapat bermanfaat untuk pengobatan autisme.

Pengobatan China

Ilmu akupunktur berasal dari negeri China dan berdasarkan buku Huang Ti Nei Cing (The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine) yang merupakan ensiklopedi ilmu pengobatan China, ilmu ini mulai berkembang sejak zaman batu, yaitu kira-kira empat sampai lima ribu tahun yang lalu. Saat itu digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Sebuah kasus yang diungkapkan buku tersebut adalah penyembuhan abses dengan penusukan jarum batu. Bahan jarum akupunktur berubah dari batu ke bambu, dari bambu ke tulang, dan dari tulang menjadi perunggu/ logam, dan sekarang digunakan yang terbuat dari stainless steel.

Akupunktur berasal dari kata acus yang berarti jarum dan punctura yang berarti menusuk atau menembus, sehingga akupunktur berarti menusuk titik-titik tertentu di permukaan tubuh dengan jarum. Akupunktur mulai diperkenalkan ke dunia Barat sekitar tahun 1970-an, yaitu pada saat Presiden Nixon berkunjung ke China. Akupunktur barat dan akupunktur tradisional tentu saja memilki perbedaan, tetapi keduanya dapat dikatakan saling melengkapi karena memiliki pendekatan yang sama.

Selain itu, para praktisi di Jepang juga agak berbeda dengan praktisi di China, karena mereka melakukan teknik insersi jarum dengan lebih dangkal. Akupresur adalah suatu modifikasi akupunktur, yaitu dengan pemijatan titik- titik akupunktur. Shiatsu, suatu modifikasi akupresur, dipraktikkan di Jepang sebagai salah satu pengobatan tradi- sional.

Teori yin dan yang merupakan suatu teori yang banyak mendasari ilmu akupunktur. Sifat yin dan yang pertama kali diperkenalkan oleh Fu Shi sekitar 8.000 tahun yang lalu dan Kaisar Kuning menyatakan bahwa alam semesta merupakan ekspresi 2 keaktifan yin dan yang. Sifat dan gejala segala sesuatu dalam alam semesta ini mempunyai dua muka yang bertentangan. Yin dan yang adalah dua hal yang bertentangan itu. Yin dan yang saling bertentangan tetapi juga saling membentuk. Yang merupakan rangsangan mewakili keaktifan, sedang yin mewakili kepasifan. Pada skala kosmis, yang dikatakan sebagai energi surya dan bertemu dengan yin sebagai energi bumi, sehingga tercipta kehidupan. Keduanya memiliki sifat dan kerja yang saling bertentangan, tetapi dalam ketidaksamaannya, dalam pertentangannya, keduanya memiliki hubungan yang erat satu dengan lain. Mereka merupakan sebuah kesatuan, sebuah hubungan pertentangan dan kesatuan.

Tiada sesuatu yang mutlak, yin yang murni ataupun yang yang murni, di dalam yin terdapat yang dan di dalam yang terdapat yin. Sifat yin dan yang ini dijelaskan dalam simbol gambarnya. Yin dan yang membentuk sebuah kesatuan dan keseimbangan. Hilangnya keseimbangan menimbulkan keadaan abnormal, karena terdapat yin atau yang yang berlebihan. Bilamana yang berlebihan dilemahkan atau yang lemah dikuatkan, keseimbangan dapat pulih kembali dan menjadi normal lagi.

Pasar Bebas

Maraknya praktik-praktik akupunktur saat ini ditambah dengan akan terjadinya pasar bebas beberapa tahun ke depan, berarti para praktisi ataupun tenaga kesehatan dari mancanegara dapat menjalankan usaha praktik kesehatan di Indonesia, tidak terkecuali akupunktur. Hal ini bila tidak disikapi dengan baik, berupa pengawasan maka dapat merugikan masyarakat Indonesia yang mengonsumsi terapi-terapi serupa. Terlebih, kita tahu bahwa praktik akupunktur ini menggunakan suatu metode invasif, yaitu menusukkan jarum ke tubuh pasien, sehingga hal ini dapat merupakan bahaya dan berbalik menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia sendiri.

Lain halnya bila kita membicarakan praktik akupresur yang masih sedikit lebih melegakan karena risiko bahaya lebih kecil, mengingat metode yang digunakan tidaklah invasif, hanya berupa pemijatan atau penekanan titik-titik tertentu pada tubuh. Oleh karena itu, pengobatan tradisional di Indonesia memerlukan penataan secara menyeluruh dan bertahap, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan pengobatan tradisional atau alternatif, dalam hal ini akupunktur, yang aman, bermanfaat, dan ber-kualitas.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan penapisan untuk membuktikan keamanan dan khasiatnya melalui penelitian dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Manfaat pengobatan dengan cara ini perlu dibuktikan secara ilmiah sesuai dengan kaidah penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan, untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan izin praktik ataupun bukti pendidikan para praktisi atau tenaga kesehatan tersebut. Dan, yang paling penting tentunya memberikan bekal pengenalan dan pendidikan, serta pelatihan bagi tenaga-tenaga kesehatan Indonesia sendiri.

Integrasi akupunktur ke dalam sistem kesehatan masyarakat pada masa kini dapat terbantu dengan adanya pengertian yang lebih baik antara komunitas medis Timur dan Barat. Akupunktur berfokus pada metode holistik dan pengaturan energi, yang berbeda dengan metode pengobatan penyakit pada umumnya.

Salah satu faktor yang penting untuk integrasi ini adalah dengan pelatihan dan akreditasi bagi para ahli akupunktur oleh pemerintah. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan resmi dari para profesional medis lain untuk mengenal bidang akupunktur secara benar. Komunitas akupunktur telah membuat kemajuan yang memadai, dengan membuat standar pendidikan dan pelatihan akupunktur, baik untuk kalangan medis maupun nonmedis, agar kompetensi masing-masing strata terpantau dengan jelas. u

Shiera Septrisya ,

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Semester 8

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Adobe Flash player