Ultrasonografi (USG) 4 Dimensi dan Keunggulannya

ISTIMEWA - USG empat dimensi mampu mendeteksi organ tubuh secara lebih teliti.

Ultrasonografi (USG) adalah satu sarana diagnostik yang dipergunakan untuk mendeteksi kelainan di dalam tubuh dengan bantuan pantulan suara. Dengan alat ini, suara dikirim ke dalam tubuh untuk mencari kelainan-kelainan tersebut, kemudian pantulannya diterima kembali dan diubah menjadi gambar di dalam monitor.

Gambar tersebut dipelajari, sehingga diketahui adanya kelainan di dalam tubuh. Gambar yang diterima tadinya hitam putih, lalu berubah jadi sebuah grafik. Kemajuan teknologi membuat kumpulan grafik tadi keluar sebagai gambar dua dimensi (2D/B Mode). USG mampu menampilkan gambar yang mengalir dalam sebuah sumbu waktu yang dikenal sebagai real time B Mode/live B Mode.

Kemajuan dunia kedokteran terus bertambah. Alat ini mempunyai kemampuan mengirim sinyal dengan sistem Doppler untuk mempelajari bagian tubuh yang bergerak seperti aliran darah.

Sifat aliran darah dapat membantu menegakkan diagnosa penyakit atau memperkuat diagnosa yang sudah ditegakkan dengan 2D. Semula Doppler hitam putih, sekarang warna (color doppler).

Dari gambar dua dimensi (2D), USG berkembang menjadi tiga dimensi (3D). Ini terus dikembangkan sampai pada live 3D atau 4D (empat dimensi). “Ini membuat diagnosis penyakit lebih jelas dan lebih tepat lagi,” jelas dr H Sidharta, Kepala Unit Ultrasonografi Siloam Hospitals West Jakarta.

Cara kerja USG adalah dengan menempelkan bagian alat yang disebut trans duser pada bagian luar tubuh. Lalu secara bertahap potongan gambar dikirim ke layar monitor.

Dengan cara ini keberadaan sebuah kanker di bagian tubuh manusia misalnya bisa dideteksi dengan teliti. Pada alat yang lebih modern, bisa menampilkan gambar ganda yang di- sebut multislice-US.

“Ini bisa mengikuti bagian tubuh mulai dari yang normal, sampai yang terkena kanker dan berakhir pada bagian yang normal,” ungkap Sidharta.

Yang bisa dideteksi dan dievaluasi dengan perantaraan alat ini sangat banyak. Seperti jantung, rongga perut yang berisikan hati, saluran kencing, usus, pankreas, kandung empedu dan salurannya, kelenjar getah bening, limpa, ginjal, pembuluh darah, lambung, usus, bahkan deteksi usus buntu bukan suatu kendala.

Pada pria bisa mengevaluasi kelenjar prostat. Sedang pada wanita bisa mengevaluasi antara lain rahim, indung telur, kehamilan, payudara, otak, kelenjar gondok, otot, paru.

Seseorang yang dicurigai mengidap permasalahan di bagian dalam tubuhnya, untuk mencari penyebabnya, seyogianya segera di-USG dan apabila dijumpai tumor misalnya, dapat ditentukan langkah selanjutnya. Setelah bagian yang dicurigai itu terlihat, kita bisa melakukan pengambilan jaringan (biopsi) di bawah bimbingan USG pada bagian tersebut.

“Ini lebih pasti, tidak seperti dulu yang hanya meraba-raba. Jaringan yang diperoleh, segera bisa ditentukan lewat pemeriksaan laboratorium patologi atau mikrobiologi, apakah jaringan itu sesuatu yang ganas (kanker) atau jinak atau kumpulan nanah (abses),” jelas Sidharta.

USG bisa juga digunakan untuk pengobatan. Dengan terlihatnya bagian tubuh yang tak normal melalui gambar USG, dengan tuntutan bimbingan USG dokter bisa melakukan beragam usaha pengobatan langsung pada bagian tersebut. “Jadi lebih tepat mengenai sasarannya,” kata Sidharta. [ARS/M-15]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 9 =

Get Adobe Flash player