Nokia, BlackBerry, dan Microsoft

sp/YC KurniantoroE-71

Mencoba merebut pasar dan dominasi pengguna BlackBerry. Demikian Senior Business Development Manager Nokia Indonesia Usun Pringgodigdo kepada SP di Jakarta. Dia sedemikian optimistis, Nokia E-71 bakal merebut pasar pengguna BlackBerry. “Ini karena dengan menggunakan E-71, seorang pengguna tidak perlu berlangganan data. Selama ini, yang bikin mahal karena pengguna harus membayar langganan data dan fee kepada operator,” ia menjelaskan.

Sementara itu, Go To Market Program Manager Nokia Indonesia, Trisnawan Tjipto, pada kesempatan yang sama memaparkan, perangkat terbaru dari produsen telepon seluler (ponsel) ini, setting-annya lebih mudah ketimbang BlackBerry. “Tinggal memasukkan user name, password, domain, dan semua alamat,” katanya.

Sebelumnya, beberapa handset Nokia, men-support BlackBerry. Handset tersebut di antaranya adalah Nokia 9300, 9500, E61, E90, dan yang terbaru E-71. Sekarang, Nokia menghilangkan support BlackBerry tersebut.

Bagaimana prinsip kerja E-71 dan apa yang bisa disediakan perangkat tersebut? Menurut Trisnawan, cara kerjanya sama dengan BlackBerry, yakni menyediakan satu account e-mail korporat dan beberapa account e-mail lainnya, sehingga pengguna bisa terkoneksi langsung dengan account e-mail-nya di kantor, dan alamat e-mail-nya yang lain. Tampilan e-mail ini pun, sama dengan tampilan e-mail pada PC desktop. Guna kepentingan itu, Nokia support Mail for Exchange agar e-mail korporat lebih cepat terkirim dan diterima. Sementara itu, untuk alamat e-mail lainnya, menggunakan push mail.

Hampir sama dengan BlackBerry, E-71 juga menyediakan layanan Instant Messaging atau layanan Messenger antarsesama pengguna peranti. Sayangnya, E-71 tidak men-support Yahoo Messenger. BlackBerry pun menggunakan Mail for Exchange, hanya saja perangkat lunak BlackBerry ini, merupakan hasil kerja sama dengan Microsoft.

Bagaimana cara kerja Mail for Exchange itu? Menurut Windows Mobile Product Manager PT Microsoft Indonesia, Karlin Christina, kepada SP, perangkat lunak ini mensyaratkan adanya BlackBerry Enter- prise Server (BES) yang harus dipasang di operator yang melayani penggunaan BlackBerry, agar exchange e-mail bisa terjadi. “Mesin Exchange-nya bikinan Microsoft, nama lengkapnya Microsoft Exchange Server,” katanya.

Menurut Karlin, server Exchange itu, selain ada di suatu perusahaan, juga harus ada di beberapa operator telekomunikasi agar lalu lintas e-mail perusahaan tersebut, antaroperator, mengalir.

Sementara itu, untuk beberapa account e-mail lainnya seperti Yahoo!, Gmail, Hotmail, dan sebagainya, jalur yang digunakan adalah menggunakan teknologi seluler, entah general packet radio services (GPRS), 3G atau HSDPA.

Bila BlackBerry 8800 dan Bold (yang akhirnya diluncurkan di Jakarta pekan ini, Red) menyediakan antara lain layanan Global Positioning System (GPS), akses internet tanpa kabel (Wi-Fi), kamera, video serta MP3, VoIP (layanan bertelepon melalui internet), juga berbasis teknologi 3G dan HSDPA (layanan akses data berkecepatan tinggi). E-71 juga menyediakan itu. Kelebihan E-71 sementara ini adalah karena menyediakan radio FM. Sesuatu yang tampaknya BlackBerry kelupaan.

Jadi, tampaknya perebutan pasar peranti berkemampuan mengirim dan menerima e-mail, bakal marak. Sementara ini, pemenangnya adalah Microsoft, karena baik BlackBerry ataupun Nokia yang bersistem operasi Symbian, keduanya menggunakan Microsoft Exchange Server untuk built in server-nya. [N-5]

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Adobe Flash player