Alergi pada Kulit

By: enj

Gaya hidup dan kemajuan zaman agaknya sangat mempengaruhi kekuatan tubuh seseorang. Saat ini semakin banyak dibuat bahan-bahan kimia untuk kebersihan tubuh dan lingkungan, sehingga bagi siapa yang memanfaatkannya secara berlebihan, akan kehilangan sebagian dari kekebalan tubuhnya terhadap kondisi lingkungan, sehingga berakibat alergi pada tubuh.

Sering kali kita lihat orang yang mengalami gatal-gatal pada bagian lipatan-lipatan kulitnya. Selain berbintil kecil, warna kulit kemerahan.

Pada anak-anak bisa terjadi di pipi, leher atau badan. Penyakit kulit ini muncul begitu saja dan mulanya tidak terlalu menganggu, tetapi lama kelamaan kulit semakin kering dan rasa gatal kian menjadi.

Menurut dr Muljani Enggalhardjo, Dermato-Venereologist dari Siloam Hospitals Lippo Karawaci, Banten, penyebab terjadinya alergi pada kulit itu terjadi, karena beberapa faktor. Ada faktor keturunan, di mana salah satu orang tua pernah terkena penyakit kulit tersebut, maka kemungkinan menurun pada anak sekitar 40 persen.

Kalau kedua orangtua pernah menderita, maka kemungkinan menurun pada anak sekitar 80 persen. Bisa juga terjadi bukan dari kedua orangtua, tapi dari kakek atau nenek mereka yang pernah menderita penyakit tersebut, kalau tidak menyerang anaknya, bisa terjadi pada cucunya.

Berbagai macam alergi yang sering menyerang manusia, pada pernapasan biasanya asma, sering sesak napas pada udara dingin. Lalu pada hidung, setiap pagi selalu bersin-bersin.

Apabila terjadi pada kulit, maka muncul gatal-gatal dan ketika menyerang pencernaan, penderita terkena diare. “Ini semua merupakan bentuk alergi yang sering terjadi,” ungkap Muljani.

Hal lain yang juga bisa menjadi penyebab adalah gaya hidup yang terlalu steril. Banyak keluarga yang mengamankan anggotanya dengan cara semua bahan makanan serta air untuk kehidupan sehari-hari sudah disteril.

Selanjutnya, lingkungan rumah juga diamankan dengan berbagai cairan anti serangga atau penghilang bau. Setiap saat membersihkan tangannya dengan antiseptik. Hal ini akan berakibat tubuh tidak lagi kebal terhadap suasana lingkungan, sehingga ketika bermain di halaman atau terkena debu dan panas sinar matahari, kulit bereaksi gatal-gatal dan kemerahan.

Dijelaskan, penyakit ini bisa menyerang manusia pada usia kurang dari dua tahun, lalu usia 12 tahun dan dewasa. Pada usia dewasa sulit sekali untuk hilang atau sembuh.

Muljani menambahkan, Siloam Hospitals Lippo Karawaci memiliki Klinik Alergi yang khusus menangani alergi di tubuh manusia. Cara pengobatan, yakni bagi pasien dewasa yang sudah terserang menahun. [ARS/M-15]

Share!

1 Comment

  • Dr Ali Senjaya:

    sudah ada alternatif tes dan terapi alergi yang cocok buat semua umur, bisa untuk deteksi dan terapi alergi apa saja, tidak sakit, tidak disuntik, tanpa obat , bebas efek samping.
    info lebih lanjut di http://www.bio-e.net
    tes dan terapi alergi dengan teknologi, metode biofisika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

User Online

Back to Top
Get Adobe Flash player