Sunday, March 14, 2010 16:42

Sagu Papeda Papua di Blok M

Posted on Sunday, March 30, 2008, 9:52 | 1,114 views
This item was posted in Wisata Kuliner and has 0 Comments so far.

Yeremia

Bagi masyarakat Papua atau yang pernah mencicip masakan Papua, sekarang kita dapat menikmati menu-menu khas Papua di Restoran Yougwa, Wata Kitchen Pasaraya Blok M Jakarta. Salah satu makanan khas yang tersedia di sana adalah Sagu Papeda dengan Gabus Kuah Asam.

Menu ini sangat khas menguarkan aroma daging ikan gabus yang diolah dalam satu masakan berkuah. Kuahnya yang berasa sedikit rasa asam dengan aroma segar kunyit, memberikan pengalaman yang baru bagi kita yang mencicipinya. Terasa segar, apalagi bila menyantapnya dipadukan dengan sagu papeda, yang disajikan sebagai pengganti nasi.

Cara menyantapnya cukup unik. Selain sendok, kita juga membutuhkan sumpit kayu khusus bercabang tiga pada ujungnya, yang didesain khusus guna mengambil sagu ini. Untuk menghindari lengketnya sagu pada piring makan maupun sendok, maka pertama-tama kita harus menuangkan kuah gabus asam ke piring, dengan menyendok sedikit demi sedikit.

Selanjutnya, untuk mengambil sagu papeda yang kenyal dan tidak beraroma itu, kita dapat menggunakan dua sumpit bermata tiga tadi, dan melakukan gerakan menggulung seperti mengaduk adonan. Setelah sagu tadi menggumpal di sumpit, maka selanjutnya dapat kita pindahkan ke piring makan yang sudah disediakan. Untuk memakan dari piring makan, kita dapat menggunakan sendok dengan membubuhi sagu tadi dengan sambal terasi.

Ikan gabus itu menurut Danang, pengelola restoran Yougwa, sengaja khusus didatangkan dari Danau Sentani. Ini karena ikan yang berasal dari danau itu sama sekali tidak berbau lumpur, dan bila diolah dengan benar akan mengeluarkan aroma yang khas dan berasa gurih. Di restoran ini kita juga dapat menjumpai berbagai menu Papua lainnya seperti kabubui wondama, kangkung bunga pepaya, cumi kuah hitam dan lain-lain.

Sementara bagi penyuka masakan Indonesia lainnya, dapat berburu aneka menu di Wata Kitchen. Wata yang berarti wajan-wajan Tanah Air, memang menyediakan dua ratus resep tradisional terbaik, dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. [YRS/N-5]




Email This Post Print This Post
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...





Related articles:
  • Satai Asam Pembangkit Selera
    [ Sunday, 16 Mar 2008 - 8 : 11 | 0 comments | 61 views ]
    Satai mungkin bukan lagi jenis makanan yang luar biasa, tetapi bagaimana dengan satai asam? Sesuai dengan namanya, satai ini...
  • Pecel Solo di Yogya
    [ Sunday, 10 Aug 2008 - 6 : 34 | 0 comments | 762 views ]
    Orang bilang, makanan tradisional Indonesia mulai tergerus oleh makanan ala Barat. Ini bisa jadi karena mencari rumah makan yang menyediakan...
  • Nasi Bakar dan Iga Garang Asam dari Pengadegan
    [ Sunday, 24 Feb 2008 - 10 : 31 | 0 comments | 751 views ]
    Nasi bakar teri medan yang disajikan dengan lalapan dan lauk pauk. sp/Ignatius Liliek Nasi bakar. Ada juga yang menyebutnya nasi...
  • Gurihnya Nasi Liwet di Kedai Solo
    [ Monday, 14 Jan 2008 - 9 : 35 | 1 comments | 443 views ]
    Sepasang patung ayam menyambut kedatangan tamu saat memasuki rumah makan Kedai Solo di daerah Sentul, Jawa Barat. Patung ayam tersebut...
  • Restoran 150 Menu
    [ Sunday, 2 Mar 2008 - 8 : 41 | 1 comments | 994 views ]
    Sebetulnya Restoran Raja Kuring yang terletak di Jalan Kakap Jakarta Utara itu lebih tepat disebut sebagai restoran 150 menu....

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
iklan -->