Nenek moyang Bangsa
Pengobatan tradisional dengan bahan tanaman umumnya dikuasai turun temurun. Pemakaian dan pengolahannya boleh dibilang sederhana. Namun, jenis tanaman obat yang digunakan haruslah tepat karena setiap tanaman obat memiliki efek farmakologi yang beragam dan pemakaian tanaman obat yang salah dapat berakibat fatal. Dalam pemakaian obat herbal ada beberapa hal yang yharus diperhatikan diantaranya bahan tanaman, pengolahan ramuan, cara pemakaian dan tindakan medis lainnya.
Bagian tanaman yang biasanya digunakan sebagai obat diantaranya: akar (ginseng & pasak bumi), rimpang (kunyit, jahe, kencur & lengkuas), batang (brotowali), daun (daun dewa, katuk, sirih), bunga (melati), buah (belimbing wuluh, jeruk nipis), kulit buah (mahkota dewa). Bahan tanaman yang hendak digunakan (segar/kering) sebaiknya dalam keadaan bersih, dan di simpan jauh dari panas atau sinar matahari langsung.
Kita tidak boleh menganggap sepele masalah kebersihan tangan, ruangan, peralatan dan ketepatan peralatan yang akan kita gunakan untuk pengolahan obat tradisional, karena alat yang digunakan dapat menularkan penyakit, membawa kotoran lain, ataubahkan menghilangkan khasiat obat. Jika perlu peralatan yang akan digunakan direbus atau direndam dalam air panas terlebih dahulu dan setelah digunakan harus segera dibersihkan kembali untuk menghindari adanya residu pada alat. Panci perebusan sebaiknya terbuat dari bahan tanah, keramik, kaca atau stainless steel dan jangan gunakan bahan dari alumunium, besi, kuningan, timah hitam atau timbal. Tujuannya untuk menghindari pembentukan zat racun, konsentrasi larutan obat menurun atau efek samping karena reaksi bahan kimia panic dengan zat yang dikeluarkan tanaman.
Beberapa cara mengolah tanaman obat :
1. Memipis
Biasanya bahan yag digunakan bahan yang masih segar. Bahan tersebut dihaluskan dengan ditambahkan sedikit air kemudian diperas hingga ¼ cangkir. Jika kuran air matang ditambahkan pada ampas lalu diperas lagi.
2. Merebus
Tanaman obat direbus agar zat-zat yang berkhasiat dalam tanaman larut kedalam air (air bersih). Pada awal perebusan digunakan api besar hingga mendidih, setelah mendidih api dikecilkan dan dibiarkan selama 5 menit.
3. Menyeduh
Bahan yang telah diramu diseduh dengan air panas dan didiamkan selama 5 menit, kemudian hasil seduhan disaring.
Cara penanganan obat berbeda-beda tergantung jenis penyakit. Misalnya untuk penyakit kulit, herbal digunakan secara dioles atau diramu untuk mandi. Umumnya ramuan dikonsumsi 1 jam sebelum makan dengan tujuan agar proses penyerapan zat-zat yang berkhasiat optimal. Bagi yang belum terbiasa sebaiknya dosisnya diminum sedikit demi sedikit.
Ramuan yang direbus boleh disimpan selama sehari atau 24 jam. Apabila dibuat dari perasan tanpa direbus hanya boleh disimpan selama 12 jam.
Materi diperoleh dari : TOGA terbitan Penebar Swadaya







bisa g dkirimin juga dengan gambar-gambar tanaman obat nya…. masalahnya masih aga’ bingung juga?????
Mohon bantuannya untuk dikirimkan k’email sy y?!!
wiwin_sitma@yahoo.co.id