Monetize your web site

FATWA-FATWA SEPUTAR SHALAT BAGI MUSAFIR


Email This Post Print This Post

1. Apakah hikmah disyari’atkannya meng-qashar shalat ?* qashar = meringkas shalat fardhu 4 rakaat menjadi 2 rakaat

Hikmah disyari’atkannya meng-qashar shalat adalah untuk mengurangi masyaqqah (rasa berat) yang kadang-kadang dialami seorang
musafir, untuk memudahkannya dalam menjalankan hak-hak Allah Ta’ala, serta untuk lebih menggugahnya dalam mengamalkan
Fara’idh (kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya), dan agar seseorang tidak meremehkan suatu kewajiban. Dengan demikian tidak ada alasan lagi bagi seseorang untuk meninggalkan shalat.1) Al Fiqhu’l Islamy wa Adillatuhu, DR. Wahbah Az Zuhaili, cet. 3
Darul Fikr)

2. Apakah syarat-syarat sahnya meng-qashar shalat ketika bepergian ?

Syarat-syarat sahnya meng-qashar shalat adalah :
1. Jarak tempuh ketika bepergian itu 16 farsakh atau lebih (untuk berangkat saja). Sedangkan satu farsakh adalah tiga mil dan
satu mil sama dengan 6.000 hasta, maka jika dijumlahkan jarak ini sekitar 80,540 km - sebagian ulama memandang bahwasannya
jarak untuk meng-qashar shalat itu mutlak, tidak dibatasi. Firman Allah Ta’ala, “”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi
tidaklah mengapa kamu meng-qashar shalat(mu) jika kamu takut diserang orang-orang kafir”. (Q.S. An Nisaa : 101)
2. Berniat untuk bepergian.
3. Jenis safar yang dilakukan adalah safar yang mubah, sekiranya dia melakukan safar untuk suatu kemaksiatan maka tidak boleh
meng-qashar shalat.
4. Sudah melewati batas kota yang dia tempati. (misalnya, seorang yang tinggal di Jakarta bepergian ke Purwakarta-is)
5. Tidak menjadi makmum di belakang orang mukim atau musafir yang menyempurnakan shalatnya. Jika dia melakukan hal ini
(menjadi makmumnya), maka dia wajib menyempurnakan shalatnya juga walaupun dia masuk menjadi makmum ketika tasyahud
akhir.
6. Berniat untuk meng-qashar dalam setiap shalat yang dapat diqashar. 2) Kitabu’sh-Shalat’ala’l Madzahibi’l Arba’ah, Abdul Qadir
Ar Rahbawi, Darussalam

kutipan dari Kumpulan Fatwa tentang Shalat Musafir
oleh ‘Imad bin Ali Ash-Shayadi
penerbit Darul Mujtama’ Jeddah, Saudi Arabia


Email This Post Print This Post

Total viewed: 53 views
Post rating:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Possibly related posts: (automatically generated)

Thank you for reading this post. You can now Leave A Comment (0) or Leave A Trackback.

Post Info

This entry was posted on Thursday, January 17th, 2008 and is filed under Sholat.

You can follow any responses to this entry through the Comments Feed. You can Leave A Comment, or A Trackback.



Previous Post: Funny Signs »
Next Post: Intrusion Prevention System »

Read More

Related Reading:



Leave a Reply

Note: Any comments are permitted only because the site owner is letting you post, and any comments will be removed for any reason at the absolute discretion of the site owner.

iklan -->