Ibadah yang Lebih Baik
Kisah Rabi’ah Al-Adawiyah, wanita sufi
Ketika Rabi’ah ditanya tentang hakikat imannya, ia menjawab,
“Aku tidak beribadah kepada Allah karena takut kepadaNya.
Sehingga aku serupa saja dengan budak/pelayan yang buruk
yang bekerja dengan rasa takut terhadap majikannya.
Aku beribadah bukan karena mengharapkan surga sehingga aku
serupa dengan budak yang buruk yang diberi sesuatu untuk
pekerjaannya.
Tetapi aku beribadah kepada Allah karena cinta dan rinduku kepada-Nya.”
Kisah seorang Arab Badui
Seorang arab badui memasuki memasuki masjid lalu shalat.
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib r.a memandangnya dengan penuh
perhatian. Seusai orang itu shalat, sambil memegang cambuk, Ali r.a.
mendekatinya dan menyuruhnya mengulangi shalatnya.
Sang badui lalu memperbagus shalatnya dengan kesempurnaan, khusyu’
dan thuma’ninah.
Seusai shalat, Ali bin Abi Thalib r.a. bertanya : “Shalat mana yang lebih
baik, yang pertama atau yang kedua?”
Orang badui itu menjawab dengan polos, “Tentu saja yang pertama, sebab
aku melakukannya untuk Allah, sedangkan shalat yang kedua karena aku
takut kena cambuk Amirul Mukminin.
Total viewed: 66 views
Post rating:
Possibly related posts: (automatically generated)
- Rasulullah SAW dan Seorang Arab Badui
- Bertani di Surga
- Rasulullah SAW dan uang 8 dirham
- Keyakinan dan Prasangka Baik
- Sikap Wara’ Menguntungkan
- Rela Dimasukkan ke Dalam Neraka
- Bicara dengan Hati, Allah Tetap Mengetahui
- Putri Rasulullah Yang Zuhud
- Syukurnya Rasulullah S.A.W.
- Kesamaan Cara Shalat ‘Umar dengan Cara Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Thank you for reading this post. You can now Leave A Comment (0) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Wednesday, January 9th, 2008 and is filed under Kisah Islam.You can follow any responses to this entry through the Comments Feed. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Previous Post: Baca Sesudah Al-Fatihah »
Next Post: Adab Makan Minum dengan Tangan Kanan »









