Komplikasi dan kematian dini akibat asam urat

Komplikasi dan kematian dini akibat asam urat
Oleh John Darmawan
Pakar Penyakit Rematik WHO

Artritis Gout (asam urat) adalah salah satu dari 110 jenis penyakit rematik. Pada umumnya penderita akan menderita seumur hidup, sebagian tidak kambuh, dan sebagian kecil beberapa kali mengalami kambuhnya arthritis akut.
Periode tanpa serangan dapat berlangsung selama 10-15 tahun. Mayoritas penderita yang sering kambuh disebut gout menahun. Kambuhnya artritis gout akut dapat berlangsung dari beberapa hari sampai dua minggu.
Selanjutnya lama sakit makin lama makin panjang periodenya. Frekwensi serangan makin lama makin sering. Akhirnya akan timbul penderitaan tiada hari tanpa nyeri sendi gout.
Sampai saat ini umumnya penderita hanya mengonsumsi dari jenis obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dan prednison yang memang dengan cepat mampu menghilangkan rasa sakit akibat artritis akut, namun berpotensi menjerumuskan penderita pada ketidak pedulian terhadap kadar asam urat serum.
Sebab pada gout menahun tanpa adanya pengendalian kadar asam urat maka akan terjadi komplikasi setelah 10 tahun dan timbul risiko cacat sendi seumur hidup. Sendi akan hancur total karena pembengkakan parah.
Selain itu risiko kematian dini akan timbul disebabkan oleh keadaan terkait seperti tekanan darah tinggi, pengapuran pembuluh darah (atherosklerosis) dan payah ginjal.
Pengendapan asam urat dalam jaringan ginjal akan merusak ginjal secara keseluruhan sehingga berisiko payah dan gagal ginjal. Selain penghancuran total sendi risiko lain yang akan terjadi adalah stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal berakibat cuci darah dan cangkok ginjal.
Penulis sebagai WHO Expert on the Rheumatic Disease setelah melakukan penelitian sejak 1990 menemukan bahwa kadar asam urat pada pria sehat seharusnya berada di bawah angka 5 mg%.
Diatas angka itu , akan terjadi hiperurisemia yang dalam jangka lama mudah menyebabkan kencing batu di daerah beriklim tropik apabila kurang minum, banyak berkeringat, dan adanya kebiasaan menahan kencing.
Selain itu juga penulis menemukan metode praktris untuk merawat atau perawatan diri penderita gout yang mengalami komplikasi berupa kencing batu, gagal ginjal, dan kematian dini. Agar tetap dapat menikmati hidup dengan normal.
Seperti diketahui dari hasil penelitian epidemiologi telah diketahui bahwa gout timbul sebagai akibat dari suatu interaksi antara fakto rrisiko genetik (turunan) dengan faktor risiko lingkungan.
Faktor risiko turunan adalah penentu (determinan) timbulnya gout. Rata-rata kemakmuran yang dicapai negara-negara berkembang menyebabkan perubahan kebiasaan makan tradisional pedesaan yang kaya sayuran dan protein nabati ke pola hidup ala barat yang kaya purin.
Perubahan pola hidup ini telah meningkatkan prevalensi gout di perkotaan hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan prevalensi gout di pedesaan, Perbandingan prevalensi gout pedesaan dan perkotaan adalah satu berbanding tiga.
Namun secara umum, ebenarnya hal yang sama dialami oleh masyarakat di Indonesia yang memiliki pola konsumsi kaya purin.
Perubahan pola hidup ini telah meningkatkan prevalensi gout di perkotaan hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan prevalensi gout di pedesaan.
Namun secara umum, sebenarnya hal yang sama dialami oleh masyarakat di Indonesia yang memiliki pola konsumsikaya purin misalnya daging, jeroan antara lain otak, paru-paru, hati, limpa, babat, usus,dan ginjal.
Juga buah-buahan seperti durian, air kelapa, emping, dan sayur-mayur kaya purin seperti sayuran yang berwarna hijau tua. Minuman kaya purin adalah miras atau minuman yang mengandung alkohol. Tidak mengherankan apabila sehabis pesta penderita dengan gout menahun seringkali kambuh artritis asam urat akut.
Hal itu merupakan hasil survei WHO-ILAR COPCORD (World Health Organization – International league of Associations for Rheumatology Community Oriented Program for Control of Rheumatic Disease) di pedesaan Sulawesi utara dan Manado di temukan hubungan asam urat menahun dengan pola konsumsi dan gaya hidup, di antaranya konsumsi miras dan kebiasaan makan makanan kaya purin.
Selain itu keadaan itu diperparah dengan tidak tersedianya Allopurinol yaitu obat penurun asam urat di puskesmas pada waktu sebelum dan selama penelitian, selain itu kebiasaan minum obat jenis diuretika (HCT atau Hidroklorotiazid) obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Semua ini meningkatkan kadar asam urat serum. Sejak hasil penelitian ini dilaporkan ke instansi yang terkait maka di semua puskesmas Sulawesi Utara sudah disediakan Allpurinol yaitu obat untuk menurunkan kadar asam urat.
Selain itu obat diuretika dan aspirin dosis rendah sudah dapat meningkatkan kadar asam urat secara perlahan-lahan. Alasannya obat jenis ini meningkatkan pengeluaran air dan mineral melalui urin, tetapi menahan asam urat, sehingga kadarnya meningkat dari tahun ke tahun.
Pada penderita dengan gout menahun yang bertujjuan untuk mencegah serangan jantung dan stroke penulis menganjurkan sebaiknya aspirin dan diuretika diganti obat lain yang tidak meningkatkan asam urat secara perlahan-lahan.
Selain itu perlu diketahui keadaan yang dapat mencetuskan serangan artritis akut asam urat yaitu :
• Trauma pada sendi yang pernah mengalami artritis akut asam urat.
• Anestasi umum pada operasi besar.
• Penyakit berat.
• Crash program diet menurunkan berat badan.
• Stress mental akut/mendadak.

Efektifkah diet ?
Penelitian membuktikan bahwa diet rendah purin yang paling ketat pun hanya dapat menurunkan kadar asam urat maksimum 2 mg%. Gout menahun dengan kadar asam urat lebih dari 8 mg%, diet ketat mustahil dapat mencapai kadar dibawah 5 mg%.
Diet ketat rendah purin tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang atau seumur hidup karena akan merupakan siksaan untuk penderita.
Obat penurun asam urat seperti Allopurinol dan Benzbromarone yang dapat mempertahankan kadar asam urat dibawah 5 mg% mutlak diperlukan sebagai pencegahan meningkatnya mendadak kadar asam urat.
Sehingga setelah pesta yang kaya akan makanan dan minuman purin, penderita cukup dengan minum 300 kalau perlu 600 mg Allupurinol sebelum makan. Meskipun demikian faktanya, penderita dengan gout menahun tetap saja dianjurkan mematuhi diet rendah purin.
Sebagai jalan keluar bagi penderita gout namun memiliki kebiasaan senang makan enak, maka untuk menurunkan kadar asam urat dapar dilakukan dengan minum obat penurun asam urat umpamanya Allopurinol (Zyloric) atau Benzbromarone (Narcarizin Mite).

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Adobe Flash player