Awas, Obesitas Lebih Mematikan Ketimbang Rokok

Oleh : Ana Shofiana S

Tubuh sudah terasa berat? Sudah waktunya Anda waspada. Penderita obesitas akan mendapat diskon umur lebih banyak ketimbang perokok. Maka, waspadalah!

Jika rata-rata umur perokok lebih cepat 10 tahun, penderita obesitas rata-rata mendapat potongan umur 13 tahun. Dan saat ini penderita obesitas sudah cukup tinggi. Bahkan di Inggris sudah dianggap krisis. Tercatat sekitar 25 persen rakyat Inggris menderita obesitas.

Diprediksi, tahun 2050 sekitar 60 persen pria di negeri Pangeran Charles itu mengalami obesitas. Kalau wanitanya, diprediksi sebanyak 50 persen. Dan anak-anak yang dianggap sebagai penerus bangsa, 25 persen di antaranya menderita obesitas.

Ilmuwan Inggris merasa sudah waktunya obesitas diperangi. Dilaporkan Foresight, seperti diberitakan Dailymail, Rabu (17/10/2007), untuk mengembalikannya ke arah normal, perlu waktu 30 tahun.

Nah, obesitas ini bisa menimbulkan penyakit yang tidak bisa dianggap ringan, bahkan bisa mematikan. Di Inggris, akibat penderita obesitas yang terus meningkat, jumlah penderita diabetes meningkat 70 persen, stroke 30 persen, dan 20 persen terkena jantung koroner. Jika sudah begitu, kemungkinan jumlah penderita kanker juga akan meningkat.

Masalahnya, saat ini obesitas bukan lagi momok yang mengganggu penampilan. Bahkan sudah dianggap sesuatu yang biasa. Dan itulah bahayanya. Saat ini, orang moderen lebih mementingkan mobil mereka ketimbang kesehatan. Apalagi cuma urusan berat badan.

“Kita harus memerangi meningkatnya obesitas. Kita hidup dalam lingkungan yang serba konsumtif yang mendorong kita untuk makan dan makan. Tanpa kita sadari, lingkungan akan menganggap bahwa obesitas sesuatu yang normal,” kata Prof David King, kepala penasihat peneliti pemerintah.

Pemerintah Inggris sudah mulai mencanangkan perlunya menurunkan penderita obesitas. Namun mereka membuat kecewa para ahli kesehatan. Sebab, pemerintah mengganti targetnya dari tahun 2010 penderita obesitas sudah turun menjadi 30 persen, diundur menjadi tahun 2020.

Nah, media menjadi alat satu-satunya para pemerhati kesehatan masyarakat itu untuk memulai kampanye menurunkan jumlah penderita obesitas. Mereka disarankan mengurangi penggunaan mobil dan beralih naik sepeda untuk sekadar berolahraga.

Gula dan makanan berlemak memang makin murah. Tapi harga buah dan sayuran segar sesungguhnya juga semakin murah selama 15 tahun belakangan ini. Dengan asupan buah dan sayuran yang lebih banyak ketimbang gula dan makanan berlemak, dijamin obesitas enggan mendekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Adobe Flash player