Lutut pun Harus Dirawat

By: enj

Lutut harus dirawat untuk mencegah osteoarthritis yang biasanya timbul pada usia 40 tahun ke atas. ISTIMEWA

Lutut atau dengkul ternyata harus dirawat. Apalagi, bagi mereka yang mengalami kegemukan (obesitas) dan perokok, karena kedua kelompok ini akan lebih cepat menderita osteoarthritis, atau bahasa awamnya disebut nyeri dengkul. Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif atau penuaan, dan kita semua berpotensi terkena penyakit ini.

“Biasanya penyakit ini timbul pada usia 40 tahun ke atas. Cuma yang sering lebih dulu terserang adalah mereka yang obesitas atau perokok,” tutur dr Norman Zainal dari Semanggi Specialist Clinic, saat menyampaikan paparan mengenai penyakit osteoarthritis, di acara bertajuk “Be Healthy and Beautiful”, di Jakarta, Sabtu (17/11) pekan lalu.

Norman mengemukakan, bagi mereka yang masuk kategori obesitas, membuat daya topang lutut harus lebih kokoh karena menopang badan. Namun, seiring dengan pertambahan usia, kekuatan lutut mulai melemah. Dia menyarankan, lebih baik melakukan diet secara tepat.

Selain obesitas, perokok juga lebih cepat mengalami nyeri dengkul, sebab racun yang ada di rokok menghambat peredaran darah. Ketika peredaran darah macet, dengkul pun terasa nyeri.

Gejala pada osteoarthritis timbul secara bertahap. Awalnya, kelainan berupa nyeri dan kekakuan pada sendi. Sendi-sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut, adalah bagian yang paling sering terkena osteoarthritis.

Nyeri dapat bersifat ringan, sedang, atau berat, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila penyakit berlanjut, maka makin lama sendi akan makin sulit digerakkan, dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.

Pertumbuhan baru dari tulang rawan dan jaringan lainya dapat menyebabkan membesarnya sendi dan tulang rawan yang permukaanya kasar akan menyebabkan timbulnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan. Pada beberapa sendi, ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) dapat teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil.

Menyentuh atau menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat. Osteoarthritis yang terjadi pada sendi-sendi di leher atau punggung dapat menimbulkan gejala mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai. Jika pertumbuhan tulang berlebihan menekan persarafan yang ada di sekitarnya.

Kadang dapat terjadi penekanan pada pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang, sehingga dapat timbul gangguan pengelihatan, vertigo, mual dan muntah. Pertumbuhan tulang yang terjadi di sekitar leher juga dapat mengakibatkan gangguan pada proses menelan.

Norman menjelaskan, lutut merupakan bagian yang paling sering terserang osteoarthritis. Karena itu, dia menyarankan, lebih baik jagalah kesehatan lutut mulai sekarang. Ibarat mobil dengan kapasitas mesin 2000 cc dan masih mampu mengangkut lima penumpang, namun kalau mobil sudah lawas maka butuh perawatan ekstra, dan daya angkut juga harus dikurangi. Mobil harus rajin ganti oli atau cek mesin. Begitu juga dengan lutut.

Proses Terapi

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dalam proses terapi osteoarthritis, yaitu untuk mengontrol nyeri dan gejala lainya, untuk mengatasi gangguan pada aktivitas sehari-hari, dan untuk menghambat proses penyakit. Pencegahan dan pengobatan dapat dengan olah raga, kontrol berat badan, perlindungan sendi, terapi fisik, dan obat-obatan. Bila semua pilihan terapi itu tidak memberikan hasil, dapat dipertimbangkan untuk di- lakukan tindakan operasi pada sendi yang terkena.

Norman juga menerangkan, satu hal yang harus dipahami seputar nyeri lutut adalah penyakit itu tidak disebabkan oleh asam urat. Penyakit ini akibat proses penuaan. Penuaan memang tidak dapat dicegah, dan yang dapat dilakukan pada serangan semacam ini hanya mengontrol gejalanya.

Rematik memiliki lokasi sakit dan nyeri yang berbeda, misalnya rematik yang disebabkan pengapuran umumnya menyerang lutut atau pinggang. Gejala rasa nyeri di ibu jari kaki ditandai sebagai rematik karena asam urat.

Umumnya, penderita oasteoarthritis mengonsumsi obat penghilang rasa sakit (pain killer) ketika serangan terjadi. Apalagi, sekarang obat penghilang rasa sakit ini mudah didapatkan karena dijual bebas, bahkan di warung kecil. Memang, pertolongan pertama yang dapat diberikan hanyalah obat penghilang rasa sakit ini.

Namun, Norman mengingatkan, jangan terlalu banyak mengambil risiko. Dampak mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, selain dapat menimbulkan ketergantungan juga menimbulkan efek samping pada munculnya berbagai penyakit lain. Penderita osteoarthritis lebih baik berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan memilih obat.

“Saat ini, ada pencegahan yang lebih baik, yakni disuntik pada tempat yang sakit. Misalnya, disuntik langsung di bagian dengkul. Ya seperti diperbarui pelumasnya di dengkul. Kalau memang sudah nyeri sekali, terpak- sa diintervensi dengan tindakan operasi,” katanya. [W-12]

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

User Online

Back to Top
Get Adobe Flash player