Milik yang paling berharga

Pada suatu hari seorang anak muda diajukan ke pengadilan oleh seorang cewek karena mengambil sepedanya.

Di pengadilan pemuda itu membela diri. “Pak hakim saya tak bersalah, dia sendiri yang memberi,” kata sang pemuda tersebut.

“Bagaimana ceritanya bisa begitu?” tanya hakim.

Pemuda itu lal menceritakan kejadian sesungguhnya.

“Pak hakim waktu itu sepulang sekolah, cewek itu menyuruh saya membonceng dengan sepedanya, sesampai di semak-semak cewek itu turun buka baju dan celananya serta menyuruh saya mengambil miliknya yang paling berharga,” cerita pemuda tersebut.

“Bajunya emang bagus tapi buat apa baju cewek, celananya juga bagus tapi kekecilan maka saya ambil aja sepedanya,” jawabnya dengan polos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://www.elitha-eri.net/2007/11/20/milik-yang-paling-berharga
Twitter