Berawal dari dua orang sahabat yang bernama Joni dan Heru, mereka lagi pada bengong di teras rumah si Joni. Dan tiba-tiba si Heru melontarkan pertanyaan kepada joni yg sedikit ngelamun.
Heru : “Jon, tahukah kamu kenapa setiap manusia lahir pasti memiliki garis tangan?”
Joni : “Itu seh semua orang tahu kalo itu dari sana-nya (dari TUHAN.YME)!!” ( Joni menjawab sembari senyum sinis )
Heru : “Jawaban mu salahhh..!! bukan itu maksudku..”
Joni : “Lantas apa yang kamu maksud?” (keluh Joni sambil nada kesal)
Heru : “Karena waktu manusia di lahirkan oleh Ibunya mereka takut jatuh nyerosot jadi.. si bayi pegangan Rambut rahim Ibunya dan membekaslah tangan si bayi karena rambut itu..!!”
Joni : “!@^!&%@^!$#^”
(No Ratings Yet)
Loading ...
Related articles:
Aku Butuh Laki-Laki [ Monday, 25 Jan 2010 - 9 : 49 | 0 comments | 74 views ]
Orang tua Joni baru bercerai beberapa bulan yang Lalu. Suatu hari, ketika Joni pulang sekolah dan melewati kamar ibunya, ia...
Joni Si Sperma [ Wednesday, 22 Apr 2009 - 14 : 22 | 0 comments | 209 views ]
Alkisah..
Ada seekor Sperma bernama Joni..
Joni dikenal sebagai Sperma yang gendut dan malas. Sehingga kalau berlomba-lomba memperebutkan ovum, Joni selalu kalah...
Terkenang Oleh Masa Lalu [ Friday, 24 Apr 2009 - 13 : 37 | 0 comments | 91 views ]
Cita-cita Joni setelah menikah dia ingin mandiri maksudnya dia tidak ingin setelah menikah tinggal di rumah orang tuanya atau rumah...
Sex Education [ Tuesday, 30 Oct 2007 - 14 : 46 | 0 comments | 958 views ]
Joni, anak kecil yang berumur 7 tahun, suatu pagi berlari masuk ke rumah, mencari mamanya dan bertanya:
“Mama, Joni sebenarnya berasal...
Bayi Kembar Tiga [ Monday, 2 Feb 2009 - 11 : 54 | 0 comments | 128 views ]
Cerita tentang 3 bayi kembar sedang ngobrol di dalam perut ibunya.
Bayi 1 : Ntra kalo udah gede gw mau...
Kata Umar bin Khattab, orang-orang yang zuhud adalah, mereka yang senantiasa tenang hatinya akan rizki yang sudah digariskan Allah untuknya. Namun, bukan berarti mereka puas diri, lantas tidak berusaha untuk lebih baik (mendapatkan lebih). Yang membedakan adalah, hati mereka tidak berorientasi pada mengejar harta itu. Gaya hidup mereka, terlihat jelas sekali, akan kecintaan pada akhirat, melebihi segala kesenangan dunia yang mereka raih.