Segera Tunjukkan Dia ke Jalan yang Benar
Suatu hari, ‘Umar mencari berita tentang seorang lelaki yang telah dikenalnya. Orang-orang kemudian memberitahukan bahwa kenalannya itu seorang pemabuk. ‘Umar kemudian menulis sepucuk surat kepada kenalannya itu. Isinya sebagai berikut:
“Aku mengucapkan syukur kepada Allah atas karunia-Nya kepadamu, Allah yang tiada tuhan selain Dia, Maha Mengampuni dosa
dan Maha Menerima tobat, lagi amat keras hukuman-Nya, Tuhan yang mempunyai karunia. Tiada tuhan selain Dia, dan hanya kepada-Nya sajalah (segala sesuatu) kembali”.
Ketika membaca surat ‘Umar, temannya itu amat terharu. Berulang-ulang dia membaca surat tersebut sehingga air matanya bercucuran. Dia bertekad untuk bertobat yang sebenar-benarnya dan dirinya tidak mau lagi dikuasai oleh minuman keras. Konon dia meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Ketika mendengar kematiannya, ‘Umar berkata, “Begitulah hendaknya kalian berbuat. Apabila melihat ada seorang saudara tergelincir, tunjukkanlah dia ke jalan yang benar. Doakanlah dia agar Allah subhanahu wa ta’ala berkenan menerima tobatnya. Janganlah sekali-kali kalian menjadi pembantu-pembantu setan yang hendak menjerumuskannya terus-menerus”.
Teladan Sang Khalifah
Dari Celah-Celah Kehidupan ‘Umar bin Khaththab
Total viewed: 37 views
Post rating:
Possibly related posts: (automatically generated)
- Kisah Teladan (4)
- Kisah Teladan (13)
- Pasti Aku Meluruskannya dengan Pedangku Ini
- Kesamaan Cara Shalat ‘Umar dengan Cara Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
- Keyakinan dan Prasangka Baik
- Kisah Teladan (6)
- Dia Mencium Bau Surga
- Sedekah Yang Salah Alamat
- Kisah Raja Tholut dan Jalut
- Yang Kali Pertama Dilakukan ‘Umar Ketika Menjadi Khalifah
Thank you for reading this post. You can now Leave A Comment (0) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Tuesday, June 19th, 2007 and is filed under Kisah Islam.You can follow any responses to this entry through the Comments Feed. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Previous Post: Pentingnya Amar Ma’ruf Nahi Munkar »
Next Post: Maka di mana Allah ? »



