Saat William Herschel menemukan planet Uranus di tahun 1781, ia menamai planet tersebut Georgium Sidus (Bintang George), sebagai bentuk penghormatan terhadap Raja Inggris saat itu – Raja George III.
Sialnya, nama ini ternyata cuma “laku” di Inggris saja.
Negara-negara lain menolak nama itu, dan memilih nama lain. Karena planet-planet lainnya dinamai berdasarkan nama dewa Romawi, maka nama dewa Uranus dipakai sebagai nama planet baru tersebut. Nama tersebut dipilih oleh seorang Astronomer Jerman bernama J.E Bode. Sedemikian besar pengaruh Bode, hingga di kemudian hari – Inggris pun akhirnya mengganti nama Georgium Sidus menjadi Uranus…
(No Ratings Yet)
Loading ...
Related articles:
The Flying Dutchman [ Friday, 14 Nov 2008 - 15 : 59 | 0 comments | 3701 views ]
Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa, cerita ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal...
Misteri Crop Circle [ Wednesday, 25 Mar 2009 - 8 : 26 | 0 comments | 147 views ]
Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran dan bentuk bentuk lain seperti geometri (dan kebayakan berukuran besar/luas), bahkan ada juga yang...
150 Fakta Terunik di Dunia [ Tuesday, 23 Jun 2009 - 19 : 31 | 0 comments | 233 views ]
1. Dari seluruh kata dalam bahasa Inggris, kata ’set’ punya definisipaling banyak.
2. Rata-rata tiap orang ketawa 10 kali sehari.
3. Mata...
250 Fakta Di Dunia [ Saturday, 8 Aug 2009 - 8 : 48 | 0 comments | 464 views ]
1. Nama paling populer di dunia adalah Muhammad.
2. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari 6000 buah setiap tahun, dan gigi
barunya...
Rahasia Senyuman Mona Lisa [ Tuesday, 11 Nov 2008 - 16 : 27 | 1 comments | 233 views ]
Senyuman misteri yang ditunjukkan Monalisa dalam lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap. Para akademisi Jerman merasa yakin...
“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah, di samping keimanan mereka (yang sudah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” — [QS. Al-Fath: 4]