Membasmi Aedes Aegypti dengan Ekstrak Serai

By: admin

MEWABAHNYA penyakit demam berdarah dengue (DBD) di
berbagai daerah menjadi suatu keprihatinan bagi kita.
Hal itu juga membuktikan betapa buruknya derajat
kesehatan masyarakat sekarang, baik kesehatan
lingkungan maupun sanitasinya.
Biasanya setelah terjadinya wabah, barulah kita sibuk
untuk memberantasnya. Padahal mengapa tidak
mengantisipasinya sejak awal dengan menjaga kesehatan
lingkungan di sekitar kita?


DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus
dengue. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak
dengan tanda-tanda demam tinggi mendadak dengan
manifestasi pendarahan dan bertendensi menimbulkan
renjatan (shock) serta kematian. Penyakit ini
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Salah satu cara untuk memberantas DBD adalah melakukan
penyemprotan nyamuk penular menggunakan insektisida
sintetis sebagai racun serangga. Dengan penyemprotan
kita dapat membunuh nyamuk penular. Khasiatnya
tergantung macam, bentuk dan konsentrasi insektisida
serta cara masuknya ke tubuh serangga.
Akan tetapi pemakaian insektisida ternyata bisa
berdampak buruk, di antaranya dapat (1) Mengakibatkan
keracunan pada manusia, (2). Keracunan pada hewan
ternak, (3). Polusi lingkungan (4). Hama (serangga)
menjadi resisten.
Guna mengurangi dampak yang diakibatkan penggunaan
insektisida sintetis, penggunaan insektisida alamiah
merupakan alternatif pilihan. Insektisida alamiah
tidak mengakibatkan kerugian seperti diungkapkan di
atas.
Serai (Andropogon sp.) yang banyak ditemui di berbagai
daerah dan biasa digunakan sebagai bumbu masakan
ternyata bisa digunakan sebagai insektisida alamiah.
Tanaman ini mengandung minyak atsiri (esteris) yang
antara lain memiliki senyawa sitronela dan bisa
membunuh serangga, termasuk nyamuk.
Selain itu mudah didapat serai juga relatif murah
harganya.
Serai merupakan tumbuhan menahun yang termasuk jenis
rumpur-rumputan. Tanaman ini mempunyai tinggi 50 cm –
100 cm. Daunnya berwarna hijau, tunggal berjumbai
kasar dan tajam, permukaan atas dan bawahnya berambut.
Berakar serabut dan bisa diperbanyak dengan pemisahan
tunas.
Selain sebagai bumbu masak, serai juga dimanfaatkan
untuk minyak wangi, pencampur pada jamu, juga dapat
dibuat minyak atsiri (esteris).
Banyak penelitian mengenai kandungan kimia tanaman
serai. Minyak atsiri serai terdiri dari senyawa
sitral, sitronela, geraniol, mirsena, nerol, farnesol
methil heptenol dan dipentena. Kandungan yang paling
besar adalah sitronela yaitu sebesar 35% dan graniol
sebesar 35 – 40%.
Senyawa sitronela mempunyai sifat racun dehidrasi
(Desiccant). Racun tersebut merupakan racun kontak
yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan
cairan terus menerus. Serangga yang terkena racun ini
akan mati karena kekurangan cairan.
Membuat ekstrak serai
Ekstrak adalah sediaan kering, kental, atau cair yang
dibuat dengan menyaring simplisa atau hewani menurut
cara yang cocok, di luar pengaruh cahaya matahari
langsung. Simplisa merupakan bahan alamiah yang
dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami
pengolahan apapun juga.
Untuk membuat ekstrak serai sangatlah mudah.
– Daun dan batang serai dicuci hingga bersih, kemudian
ditiriskan hingga kering.
– Serai yang sudah kering diblender sampai halus,
kemudian dilarutkan ke dalam 250 ml air dan rendam
selama satu malam.
– Saring rendaman sirih, hasil saringannya disimpan
dalam botol.
– Jika akan dipergunakan, larutkan ekstrak serai ke
dalam aquades sesuai dengan konsentrasi yang
dibutuhkan, aduk hingga merata. Masukkan ke dalam alat
semprot dengan menggunakan corong. Semprotkan di
sekitar tempat yang diperkirakan sarang
perkembangbiakan Aedes aegypti dan lingkungan
sekitarnya.
Menggunakan insektisida dari bahan alamiah lebih baik
ketimbang menggunakan bahan sintetis atau kimiawi.
Bahan alamiah tidak menimbulkan dampak kerusakan
lingkungan dan kesehatan. Tetapi perlu diingat,
menjaga kesehatan lingkungan sangatlah penting sebagai
upaya kewaspadaan kita terhadap penyakit DBD

Tanaman harum pengusir nyamuk..

Tampaknya sekarang sedang musim tanaman multi fungsi,
salah satunya
punya kelebihan dalam mengusir nyamuk. Tentunya kita
tahu banyak
produk pengusir nyamuk kimia yang beredar dipasar,
tapi alangkah
senangnya bila kita punya tanaman yang mampu mengusir
nyamuk dan
sekaligus mengeluarkan aroma yang harum.

Ada beberapa jenis yang bisa menjadi referensi.
Beberapa di antaranya
tanaman zodia, geranium, lavender, dan serai wangi.

1. GERANIUM

Geranium lazim ditanam outdoor. Cara penggunaannya
sama, yakni dengan
menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh
angin maupun kipas
angin, lalu keluar bau wangi yang khas (agak langu).
Bau tersebut
berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni
zat citronella.
Nah, citronella inilah yang mampu mengusir nyamuk.

Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) tumbuh
merumpun, banyak anakan.
Daunnya hijau, berbentuk menjangkar (menyerupai
jangkar), tepi daun
bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya
diperbanyak
dengan menggunakan stek anakan.

Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga
varian, yakni
Citrosa mosquito fighter, Cirosa queen of lemon, dan
Citrosa lady
diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup
mudah ditemukan di
kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di
seputar sawah dan
digunakan oleh orang-orang kampung. Daunnya diambil
lalu diselipkan di
antara pakaian dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir
nyamuk dan
ngengat, juga memberikan aroma khas. Sekarang, tanaman
ini kembali
diburu orang, terlebih di zaman dimana pola hidup
“kembali ke alam”
makin ngetren.

2. LAVENDER

Penampilan bunga lavender memang amat menarik.
Bunganya berwarna ungu
kecil-kecil. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi. Bunga
ini sering
digosok-gosok ke tubuh untuk menghindari gigitan
nyamuk. Perbanyakan
tanaman lavender (Lavandula angustifolia) biasanya
dengan menggunakan
bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat disemaikan. Bila
sudah tumbuh,
dipindahkan ke polybag. Ketika tingginya mencapai 15 –
20 cm, dapat
dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman
rumah.

Keberadaan tanaman lavender mengundang para penyuling
minyak atsiri
untuk menyuling bunganya. Minyak lavender memang
sering dipakai
sebagai aromaterapi. Bahkan, di beberapa rumah, minyak
lavender ini
ditempatkan di ruang tamu

3. SERAI WANGI

Selama ini, serai wangi dipakai untuk bumbu masak dan
bahan pencampur
jamu. Namun, ternyata serai wangi terutama batang dan
daun bisa pula
dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Ya, pasalnya
tanaman serai wangi
ini mengandung zat-zat seperti geraniol,
metilheptenon, terpen-terpen,
terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama adalah
sitronelal. Zat
sitronelal ini memiliki sifat racun kontak. Sebagai
racun kontak, ia
dapat menyebabkan kematian akibat kehilangan cairan
secara terus-
menerus sehingga tubuh nyamuk kekurangan cairan.

Secara sederhana kita dapat membuat ekstrak serai
wangi. Caranya,
sediakan 1 kg daun dan batang serai wangi, lalu cuci
dan tiriskan
sampai kering. Masukkan dalam blender, lalu haluskan.
Masukkan hasil
blenderan ke dalam 250 ml air, lantas rendam selama
semalam. Setelah
itu, saring dan masukkan ke dalam botol, lalu encerkan
dengan aquades.
Untuk menggunakannya, tuangkan ekstrak serai wangi ke
dalam alat
penyemprot, lalu semprotkan ke tempat dimana
nyamuk-nyamuk
bersembunyi.

Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh
berumpun dengan tinggi
sekitar 50 – 100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang
sampai 1 meter,
lebar 1,5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun
sejajar. Batang
tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna
putih. Akarnya
serabut.

Perbanyakan dilakukan dengan pemisahan stek anakan.
Stek diperoleh
dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun
tidak beruas.
Poting sebagian daun stek atau kurangi hingga 3 – 5 cm
dari pelepah
daun. Sebagian akar juga dikurangi dan tinggalkan
sekitar 2,5 cm di
bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman
rumah.

4. ZODIA

Ini yang paling tren saat ini. Orang Papua terbiasa
menggosok kulitnya
dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan.
Maksudnya agar
terlindungi dari serangan serangga, khususnya nyamuk.
Daun-daun
tersebut berasal dari tanaman yang disebut zodia
(Evodia suaveolens).
Kita ketahui, zodia ini tanaman asli Indonesia yang
berasal dari
Papua.

Kenapa nyamuk takut pada zodia? Tanaman zodia termasuk
famili
Rutaceae.Ia mengandung zat evodiamine dan
rutaecarpine. Menurut Balai
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak
yang disuling
dari daun zodia mengandung linalool 46 persen dan
apinene
13,26 persen. Nah, linalool inilah yang berfungsi
sebagai pengusir
nyamuk. Menurut Agus Kardinan (2004), daun zodia mampu
menghalau
nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi)
sebesar lebih
dari 70 persen. Selain efektif mengusir nyamuk,
belakangan ini para
ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya
penyembuh sakit
kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganya
pun dapat
dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin.

Zodia akan mengeluarkan aroma bila daun-daunnya saling
menggosok.
Letakkan tanaman di sekitar tempat angin masuk dalam
ruangan, bisa
juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiup dengan
kipas angin.
Aroma yang cukup wangi pun akan keluar. Namun
demikian, kita tetap
harus waspada. Seandainya tanaman zodia diletakkan di
ruangan yang
sempit dan sedikit sirkulasi udara, bisa-bisa orang
yang ada di
dalamnya pun pusing atau mabuk.

Lazimnya, tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan
sebagai tanaman
dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga bisa
langsung ditanam
di halaman rumah. Bahkan, bisa memberikan kesejukan
tersendiri. Tinggi
tanaman bila dibiarkan bebas di lapangan bisa mencapai
200 cm. Daunnya
cantik sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang
tapi lentur, dan
menyejukkan mata yang memandang.

Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik
melalui stek ranting
maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji,
biji zodia akan
jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, fase
pertumbuhan
membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena
sinar matahari,
bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar
matahari justru
pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh
subur bila
dikembangkan di daerah yang cukup dingin.

Sumber : Majalah Nova

Asyik juga kan kalau punya tanaman harum yang dapat
mengusir nyamuk?
Bebas asap dan bagus untuk menambah nilai estetika
rumah anda.

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

User Online

Back to Top
Get Adobe Flash player